Polresta Ambon Siagakan Ratusan Personel untuk Pengamanan Tradisi Pukul Sapu Mamala-Morela

Polresta Ambon mengerahkan 637 personel untuk memastikan kelancaran dan keamanan tradisi adat Pukul Sapu Mamala-Morela yang digelar setiap 7 Syawal di Maluku Tengah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polresta Ambon Siagakan Ratusan Personel untuk Pengamanan Tradisi Pukul Sapu Mamala-Morela
Polresta Ambon mengerahkan 637 personel untuk memastikan kelancaran dan keamanan tradisi adat Pukul Sapu Mamala-Morela yang digelar setiap 7 Syawal di Maluku Tengah. (AntaraNews)

Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease telah menyiagakan total 637 personel untuk mengamankan pelaksanaan tradisi adat Pukul Sapu di Negeri Mamala dan Negeri Morela. Kegiatan ini berlangsung di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, pada hari Sabtu. Pengerahan ratusan personel ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan adat yang diselenggarakan setiap 7 Syawal tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Yoga Putra Prima Setya, menyatakan bahwa pengamanan ini mencakup lokasi kegiatan utama serta jalur-jalur yang akan dilalui masyarakat. Fokus utama adalah menjaga ketertiban umum dan mencegah potensi gangguan keamanan selama tradisi berlangsung. Langkah ini diambil untuk mendukung kelestarian budaya lokal sekaligus menjamin keselamatan warga yang hadir.

Tradisi Pukul Sapu sendiri merupakan ritual adat tahunan yang sangat penting bagi masyarakat setempat. Acara ini tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga peringatan nilai-nilai sejarah dan kebersamaan antarwarga di Mamala dan Morela. Petugas kepolisian bertugas memastikan tradisi ini dapat dinikmati masyarakat tanpa kendala keamanan.

Strategi Pengamanan Komprehensif Tradisi Pukul Sapu Mamala-Morela

Pengamanan tradisi Pukul Sapu Mamala-Morela tidak hanya terpusat pada lokasi utama kegiatan. Polresta Ambon juga memperluas cakupan pengamanan hingga pengaturan arus lalu lintas di sekitar area. Selain itu, pengawasan ketat dilakukan pada titik-titik keramaian untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kombes Pol Yoga Putra Prima Setya menjelaskan bahwa personel ditempatkan di berbagai titik strategis. Akses masuk desa, persimpangan jalan, dan area pelaksanaan tradisi menjadi fokus utama penempatan petugas. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi seluruh peserta dan penonton tradisi adat.

Personel yang diturunkan berasal dari berbagai satuan, termasuk fungsi operasional dan bantuan. Hal ini menunjukkan keseriusan Polresta Ambon dalam menjaga keamanan acara budaya penting ini. Kesiapan petugas menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan tradisi Pukul Sapu Mamala-Morela.

Profesionalisme Petugas dan Imbauan untuk Masyarakat

Sebelum pelaksanaan pengamanan, Polresta Ambon telah menggelar apel kesiapan untuk seluruh personel. Apel ini bertujuan memastikan setiap anggota memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing selama pelaksanaan pengamanan. Dengan demikian, diharapkan tidak ada miskomunikasi dan setiap petugas dapat bertindak sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Kombes Pol Yoga Putra Prima Setya menegaskan bahwa seluruh anggota di lapangan diinstruksikan untuk bertindak profesional, humanis, serta mengedepankan langkah-langkah preventif dalam menjaga situasi tetap kondusif. Petugas diharapkan cepat tanggap terhadap setiap potensi permasalahan serta mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Selain itu, Kapolresta Ambon turut mengimbau masyarakat yang akan menyaksikan tradisi Pukul Sapu Mamala-Morela. Warga diminta untuk tetap mematuhi aturan, menjaga ketertiban, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama.

Makna dan Sejarah Tradisi Pukul Sapu Mamala-Morela

Tradisi Pukul Sapu di Desa Mamala-Morela, Maluku Tengah, merupakan ritual adat yang rutin digelar setiap tahun. Acara ini tidak hanya sekadar pertunjukan, melainkan bagian integral dari warisan budaya masyarakat setempat. Tradisi ini juga berfungsi sebagai peringatan nilai-nilai sejarah dan kebersamaan antarwarga.

Dalam tradisi ini, para pemuda saling menyabetkan lidi satu sama lain sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan kesedihan. Hal ini terkait dengan kekalahan pasukan Kapitan Kapahaha dalam peperangan serta pembangunan tiang alif masjid tua.

Pelaksanaan tradisi Pukul Sapu Mamala-Morela menjadi momen penting untuk memperkuat ikatan sosial dan melestarikan identitas budaya. Kehadiran ribuan masyarakat dan pengamanan yang ketat menunjukkan betapa berharganya tradisi ini bagi warga Maluku Tengah. Polresta Ambon berkomitmen mendukung kelangsungan acara budaya ini dengan maksimal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi