Damkar Surabaya Tangani 77 Kedaruratan Selama Libur Lebaran 2026, Evakuasi Dominasi Laporan

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, atau Damkar Surabaya, mencatat 77 penanganan kedaruratan selama libur Lebaran 2026. Evakuasi hewan menjadi kasus terbanyak, menunjukkan peningkatan kebutuhan layanan non-kebakaran di masyaraka

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Damkar Surabaya Tangani 77 Kedaruratan Selama Libur Lebaran 2026, Evakuasi Dominasi Laporan
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, atau Damkar Surabaya, mencatat 77 penanganan kedaruratan selama libur Lebaran 2026. Evakuasi hewan menjadi kasus terbanyak, menunjukkan peningkatan kebutuhan layanan non-kebakaran di masyaraka (AntaraNews)

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mencatat total 77 penanganan kejadian kedaruratan selama periode libur Lebaran 2026. Rentang waktu ini berlangsung dari tanggal 18 hingga 24 Maret 2026, menunjukkan kesiapsiagaan penuh petugas di lapangan.

Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menjelaskan bahwa insiden ini tersebar merata di seluruh wilayah kota. Pelayanan publik tetap optimal meskipun dalam masa libur panjang, dengan sistem kerja bergilir selama 24 jam.

Dari puluhan kasus tersebut, evakuasi mendominasi laporan yang diterima oleh Damkar Surabaya. Peningkatan ini terutama terlihat pada penanganan evakuasi hewan, seiring dengan perubahan musim yang terjadi.

Dominasi Evakuasi dan Kasus Kebakaran

Selama periode libur Lebaran 2026, DPKP Kota Surabaya menangani 17 kasus kebakaran. Insiden ini meliputi empat kebakaran bangunan rumah, tiga kebakaran kendaraan roda empat, dua kebakaran alang-alang, serta empat kebakaran sampah. Empat kejadian lainnya juga termasuk dalam kategori kebakaran.

Laksita Rini Sevriani mengungkapkan, delapan kasus kebakaran dipicu oleh api terbuka, sementara tiga kasus lainnya akibat gangguan listrik. Enam kasus kebakaran sisanya masih dalam tahap penyelidikan untuk mengetahui penyebab pastinya.

Sementara itu, jumlah evakuasi mencapai 60 kejadian, menjadi mayoritas penanganan darurat. Evakuasi hewan tercatat paling banyak dengan 29 kasus, disusul evakuasi orang 11 kasus, evakuasi kendaraan enam kasus, objek alam tujuh kasus, serta objek lainnya tujuh kasus.

Laksita Rini menambahkan, tren penanganan didominasi oleh evakuasi, terutama evakuasi hewan seperti ular yang meningkat seiring musim. Meskipun ada kasus kebakaran, sebagian besar sudah ditangani warga saat petugas tiba, sehingga DPKP hanya melakukan pembasahan dan pengecekan.

Kesiapsiagaan dan Respons Cepat Damkar Surabaya

Petugas Damkar Surabaya tetap bersiaga penuh selama 24 jam sepanjang libur Lebaran 2026. Sistem kerja bergilir diterapkan untuk memastikan operasional tidak berhenti, meskipun dalam masa libur panjang.

Sebaran kejadian yang ditangani DPKP merata di seluruh wilayah Surabaya, tanpa ada wilayah yang dominan. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan layanan darurat dapat muncul kapan saja dan di mana saja.

Dari sisi kecepatan respons, DPKP Surabaya mencatat waktu tanggap rata-rata sekitar 6,5 menit hingga petugas tiba di lokasi kejadian. Kecepatan ini didukung oleh kesiapan sarana dan prasarana yang selalu dalam kondisi optimal.

Modernisasi Peralatan untuk Penanganan Berisiko Tinggi

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, DPKP Kota Surabaya terus melakukan modernisasi peralatan. Sejumlah armada baru telah disiapkan guna meningkatkan efektivitas respons dalam berbagai situasi darurat.

Armada baru tersebut meliputi mobil pemadam khusus hazmat, robot pemadam kebakaran, hingga kendaraan dengan teknologi compress air foam system (CAFS) berkapasitas besar. Peralatan canggih ini dirancang untuk menghadapi tantangan yang lebih kompleks.

Laksita Rini menjelaskan, peralatan modern ini disiapkan untuk menghadapi situasi berisiko tinggi. Termasuk di dalamnya adalah kebakaran di kawasan industri atau insiden yang melibatkan bahan berbahaya dan beracun.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi