Pemkab Bangka Barat Bersihkan Saluran Air, Jaga Estetika Cagar Budaya Mentok

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat bersihkan saluran air di kawasan cagar budaya Rumah Mayor Mentok. Langkah ini tak hanya cegah banjir, tapi juga tingkatkan estetika kota dan lestarikan warisan sejarah. Simak detailnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Bangka Barat Bersihkan Saluran Air, Jaga Estetika Cagar Budaya Mentok
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat bersihkan saluran air di kawasan cagar budaya Rumah Mayor Mentok. Langkah ini tak hanya cegah banjir, tapi juga tingkatkan estetika kota dan lestarikan warisan sejarah. Simak detailnya. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baru-baru ini melaksanakan kegiatan pembersihan saluran air. Fokus utama kegiatan ini adalah kawasan cagar budaya Rumah Mayor Mentok di Mentok. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kenyamanan serta estetika perkotaan.

Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, menyatakan bahwa gotong royong bersih lingkungan ini melibatkan petugas kebersihan. Selain itu, para pegawai dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemerintah daerah setempat juga turut berpartisipasi. Kegiatan pengerukan saluran air ini adalah bagian integral dari misi menjaga kebersihan lingkungan dan menata wajah Kota Mentok, khususnya di lokasi-lokasi bersejarah.

Kawasan Rumah Mayor Mentok memiliki nilai historis yang tinggi dan telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya sejak tahun 2018. Lokasinya yang berdekatan dengan Pelabuhan Lama Mentok menambah signifikansi sejarahnya. Beberapa bangunan lain di area tersebut juga telah diakui sebagai cagar budaya, menegaskan pentingnya pelestarian kawasan ini.

Upaya Pemkab Bangka Barat Menjaga Kebersihan Lingkungan

Wakil Bupati Yus Derahman menjelaskan bahwa sejumlah selokan di kawasan cagar budaya tersebut sering buntu. Penyumbatan ini disebabkan oleh timbunan pasir, material lain, dan sampah yang berserakan. Kondisi ini bahkan meluas hingga ke pinggir pantai dekat Pelabuhan Lama Mentok, menciptakan masalah lingkungan yang serius.

Akibat penyumbatan tersebut, air sering kali menggenang di kawasan itu saat hujan turun, berpotensi menimbulkan banjir. Oleh karena itu, Pemkab Bangka Barat berupaya rutin melakukan pembersihan. Tujuannya adalah memastikan aliran air tetap lancar dan secara efektif mencegah terjadinya genangan atau banjir yang merugikan.

Kegiatan bersih-bersih ini tidak hanya berfokus pada saluran air, tetapi juga merapikan pondok-pondok tempat jualan. Selain itu, pemerintah daerah juga secara aktif mengimbau dan mengajak warga setempat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Diharapkan, inisiatif ini dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan mereka.

Melestarikan Nilai Sejarah Cagar Budaya Rumah Mayor Mentok

Rumah Mayor Mentok merupakan salah satu bangunan bersejarah yang telah diakui sebagai cagar budaya sejak tahun 2018. Penamaan “Rumah Mayor” merujuk pada pemiliknya, Mayor Tjoeng A Thiam. Beliau adalah Mayor Cina pertama yang memimpin etnis Tionghoa di Pulau Bangka pada masa kolonial.

Gelar “Mayor” yang disandang Tjoeng A Thiam bukanlah pangkat kemiliteran. Sebaliknya, itu adalah pangkat tituler yang diberikan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Pangkat ini diberikan kepada opsir Tionghoa yang memainkan peran krusial dalam aktivitas penambangan bijih timah di Pulau Bangka.

Sebagai seorang Mayor, Tjoeng A Thiam memiliki tanggung jawab besar dalam mengatur berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat etnis Tionghoa. Perannya mencakup perdagangan, penambangan, hukum, adat istiadat, serta urusan tenaga kerja. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya posisi beliau dalam struktur sosial kolonial.

Rumah Mayor didirikan pada pertengahan abad ke-19 dengan gaya arsitektur “Mixed Indies-Empire”. Gaya ini merupakan perpaduan unsur Eropa, Cina, dan Melayu yang khas. Bangunan megah ini memiliki ciri tiang pilar bulat (kolom doric) dan atap perisai ganda dengan talang kantong. Pada sisi rumah depan kiri dan kanan, terdapat dua patung singa yang lazim ditemukan di pintu masuk istana, tempat ibadah, atau rumah pejabat.

Dampak Positif dan Partisipasi Komunal untuk Lingkungan Sehat

Melalui kegiatan pembersihan lingkungan ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berharap dapat memberikan contoh nyata kepada masyarakat. Inisiatif ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif. Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan tempat tinggal mereka.

Pentingnya kepedulian komunal terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan tidak dapat diabaikan. Lingkungan yang terjaga kebersihannya akan menciptakan suasana yang lebih indah dan sehat. Hal ini tentu akan berdampak positif pada kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari warga.

Lingkungan yang bersih dan tertata rapi tidak hanya mencegah masalah seperti banjir, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup. Kawasan cagar budaya yang terawat baik akan menarik lebih banyak pengunjung. Ini juga akan memperkuat identitas kota sebagai daerah yang menghargai sejarah dan kebersihannya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi