Warga Sigi Antusias Lakukan Ziarah Lebaran, TPU Dipadati Peziarah

Libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan warga Kabupaten Sigi untuk melakukan Ziarah Lebaran, memadati Tempat Pemakaman Umum (TPU) sejak sebelum hari raya hingga hari kedua.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Warga Sigi Antusias Lakukan Ziarah Lebaran, TPU Dipadati Peziarah
Libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan warga Kabupaten Sigi untuk melakukan Ziarah Lebaran, memadati Tempat Pemakaman Umum (TPU) sejak sebelum hari raya hingga hari kedua. (AntaraNews)

Ribuan warga Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menunjukkan antusiasme tinggi dengan melakukan tradisi ziarah atau "nyekar" ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) selama libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Aktivitas ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan hari raya, yang dimulai bahkan sebelum Shalat Idul Fitri dilaksanakan. Kunjungan ke makam keluarga merupakan bentuk penghormatan dan doa bagi sanak saudara yang telah meninggal dunia.

Puncak kepadatan peziarah terlihat pada hari kedua Lebaran, Minggu, di mana sejumlah TPU di wilayah Sigi dipadati oleh masyarakat dari berbagai penjuru desa. Tradisi ini tidak hanya sekadar mengunjungi, tetapi juga membersihkan makam, menabur bunga, serta melafalkan doa-doa. Penjaga makam di TPU Lolu, Moh Lagando, mengonfirmasi peningkatan signifikan jumlah pengunjung dibandingkan hari-hari biasa.

Fenomena Ziarah Lebaran Sigi ini menjadi momen penting bagi keluarga untuk berkumpul dan mengenang leluhur mereka, mempererat tali silaturahmi spiritual. Suyono, salah satu pengunjung TPU Lolu, menyatakan bahwa ia dan keluarga besarnya rutin berziarah pada hari pertama Lebaran. Setelah itu, mereka melanjutkan tradisi silaturahim ke kerabat lainnya, menunjukkan betapa kuatnya ikatan tradisi ini dalam masyarakat Sigi.

Tradisi Ziarah Lebaran yang Terus Lestari di Sigi

Tradisi ziarah makam saat Lebaran telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini bukan hanya sekadar kunjungan, melainkan sebuah ritual tahunan yang sarat makna spiritual dan kekeluargaan. Masyarakat percaya bahwa ziarah adalah cara untuk mendoakan arwah leluhur dan menjaga hubungan batin dengan mereka yang telah tiada.

Penjaga makam di TPU Lolu, Moh Lagando, menjelaskan bahwa antusiasme warga untuk melakukan ziarah sudah terlihat sejak sebelum Idul Fitri. Mereka datang untuk membersihkan makam keluarga masing-masing, memastikan area pemakaman tetap terawat. Peningkatan volume kunjungan ini menjadi bukti nyata betapa pentingnya tradisi Ziarah Lebaran Sigi bagi warga setempat.

Kepadatan peziarah terus berlanjut hingga hari kedua Lebaran, dengan jumlah kunjungan yang melonjak drastis dari hari-hari biasa. Selain membersihkan makam, para peziarah juga menaburkan bunga dan memanjatkan doa. Hal ini menunjukkan komitmen warga Sigi dalam melestarikan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kekeluargaan.

Pengelolaan TPU dan Peran Masyarakat

Kabupaten Sigi memiliki sistem pengelolaan Tempat Pemakaman Umum yang terstruktur, dengan keberadaan TPU di setiap desa. Ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam proses pemakaman dan ziarah. Sebagian besar TPU di Sigi dikelola langsung oleh pemerintah desa setempat, memastikan fasilitas umum ini dapat diakses dan terpelihara dengan baik.

Meskipun dikelola oleh pemerintah desa, perawatan makam secara spesifik banyak dilakukan secara mandiri oleh keluarga masing-masing. Moh Lagando menyebutkan bahwa keluarga bertanggung jawab penuh atas kebersihan dan kerapian makam kerabat mereka. Ini termasuk menabur bunga dan pembacaan doa, menunjukkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga area pemakaman.

Dengan total 177 desa yang tersebar di 16 kecamatan, Kabupaten Sigi memiliki banyak titik TPU yang menjadi pusat kegiatan ziarah. Keberadaan TPU yang terdistribusi merata ini mendukung kelancaran tradisi Ziarah Lebaran Sigi. Sinergi antara pengelolaan desa dan inisiatif warga menciptakan lingkungan pemakaman yang terawat dan dihormati.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi