PHBI Nabire Tiadakan Takbir Keliling Idul Fitri 1447 H, Jaga Kondusivitas Wilayah

Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Nabire mengambil kebijakan penting dengan meniadakan takbir keliling resmi menyambut Idul Fitri 1447 H, bertujuan menjaga kondusivitas daerah dan ketertiban masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PHBI Nabire Tiadakan Takbir Keliling Idul Fitri 1447 H, Jaga Kondusivitas Wilayah
Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Nabire mengambil kebijakan penting dengan meniadakan takbir keliling resmi menyambut Idul Fitri 1447 H, bertujuan menjaga kondusivitas daerah dan ketertiban masyarakat. (AntaraNews)

Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Nabire mengambil keputusan penting menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Mereka secara resmi meniadakan pelaksanaan takbir keliling tahun ini. Kebijakan ini bertujuan utama untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif di seluruh wilayah Nabire.

Ketua PHBI Nabire, Husin Rumkel, mengumumkan kebijakan ini di Nabire pada Jumat, 20 Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil pertimbangan matang bersama berbagai pihak terkait. Langkah ini menunjukkan komitmen PHBI dalam menciptakan suasana perayaan yang aman dan damai bagi seluruh umat Muslim.

Meskipun takbir keliling ditiadakan secara terpusat, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) tetap diizinkan melaksanakan takbiran. Pelaksanaan ini harus dilakukan di lingkungan masjid masing-masing dengan koordinasi bersama pihak berwenang. Ini memastikan tradisi takbiran tetap hidup tanpa mengganggu ketertiban umum.

Pengaturan Takbir Keliling dan Penggunaan Pengeras Suara demi Kondusivitas

PHBI Nabire menegaskan bahwa tidak akan ada penyelenggaraan takbir keliling secara resmi pada Idul Fitri 1447 H. Keputusan ini diambil demi menjaga kondusivitas daerah, seperti yang disampaikan oleh Ketua PHBI Nabire, Husin Rumkel. Ini merupakan langkah proaktif untuk mencegah potensi gangguan keamanan selama perayaan.

Meski demikian, semangat takbiran tetap dapat dirasakan di lingkungan masjid. Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) diizinkan untuk melaksanakan takbiran di area mereka masing-masing. Namun, koordinasi dengan pihak berwenang setempat menjadi syarat mutlak untuk memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan.

Selain kebijakan takbir keliling, PHBI juga mengatur penggunaan pengeras suara di masjid guna menjaga kenyamanan masyarakat sekitar. Takbir menggunakan pengeras suara luar diperbolehkan setelah salat Magrib hingga pukul 21.00 WIT. Setelah batas waktu tersebut, takbiran tetap dapat dilaksanakan namun dengan menggunakan pengeras suara dalam masjid. Pengaturan ini bertujuan untuk menghormati ketenangan lingkungan sekaligus memungkinkan umat tetap beribadah.

Pemusatan Shalat Idul Fitri dan Imbauan Kepatuhan Masyarakat

Sebagai bagian dari upaya penataan perayaan, PHBI Nabire telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 13/PHBI/KAB-NB/III/2026. Surat edaran ini secara spesifik mengatur pelaksanaan malam takbiran dan Shalat Idul Fitri di tingkat Kabupaten Nabire. Dokumen ini menjadi panduan resmi bagi seluruh umat dan pengurus masjid.

Salah satu poin penting dalam surat edaran tersebut adalah pemusatan pelaksanaan Shalat Idul Fitri tahun ini. Shalat Ied akan dipusatkan di lapangan terbuka kawasan bandara lama Nabire atau halaman Kantor Gubernur Papua Tengah. Ini merupakan perubahan signifikan, mengingat selama ini Shalat Idul Fitri di Nabire umumnya dilakukan di masing-masing masjid.

Husin Rumkel menambahkan bahwa kebijakan pemusatan Shalat Idul Fitri ini adalah bagian dari upaya menciptakan suasana aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat. Tujuannya agar seluruh umat dapat merayakan Idul Fitri dengan khusyuk, tanpa kekhawatiran akan gangguan. PHBI berharap pemusatan ini dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga.

PHBI juga mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersamaan serta mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Kepatuhan terhadap pedoman ini sangat krusial demi kelancaran dan kekhidmatan perayaan hari besar keagamaan tersebut. Semangat toleransi dan saling menghargai diharapkan terus menguat di tengah keberagaman masyarakat Nabire.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi