Sebanyak 17 kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur mudik wilayah Sumatra Selatan hingga H-4 Lebaran. Insiden tersebut mengakibatkan tiga pemudik meninggal dunia, sekaligus menjadi peringatan serius di tengah meningkatnya arus perjalanan pulang kampung.
Kapolda Sumatra Selatan, Sandi Nugroho, mengungkapkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas masih tergolong tinggi dan perlu menjadi perhatian serius bagi petugas di lapangan.
Selain korban meninggal dunia, kecelakaan tersebut juga menyebabkan 18 orang mengalami luka ringan serta menimbulkan kerugian materiil hampir Rp600 juta.
"Sampai H-4 lebaran ada 17 kasus terjadi dan tiga pemudik meninggal. Angka lakalantas masih tinggi, ," ungkap Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho, Selasa (17/3).
Advertisement
Patroli Ditingkatkan di Titik Rawan
Untuk menekan angka kecelakaan menjelang puncak arus mudik, Sandi meminta seluruh kapolres dan satuan tugas meningkatkan patroli, khususnya di jalur-jalur rawan kecelakaan.
Pengamanan jalur mudik juga diminta berjalan maksimal, termasuk pengawasan terhadap kendaraan besar dengan tiga sumbu atau lebih yang berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas di jalur utama.
"Kendaraan besar harus patuh aturan, tindak tegas jika melanggar," kata Sandi.
Advertisement
Pergerakan Pemudik Terus Meningkat
Sandi menambahkan, mobilitas masyarakat terus mengalami peningkatan signifikan hingga H-4 Lebaran. Tercatat sebanyak 5.064 pemudik melalui terminal, 4.360 melalui stasiun kereta api, 37.334 dari jalur penyeberangan, dan 24.717 penumpang melalui bandara.
Selain itu, lima ruas jalan tol di Sumatera Selatan juga mencatat lonjakan volume kendaraan selama periode arus mudik.
Di tengah tingginya mobilitas tersebut, masyarakat diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik. Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi kunci untuk menekan angka kecelakaan dan memastikan perjalanan hingga kampung halaman tetap aman.