Sebanyak 86 titik rekaman CCTV disita Polisi. Terkait peristiwa penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, beberapa waktu lalu.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan pergerakan para terduga pelaku terekam CCTV dari sejumlah titik di wilayah Jakarta.
"Para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian. Pergerakan para terduga pelaku terdeteksi melalui beberapa titik kamera pengawas dengan jalur dimulai dari pergerakan para pelaku ini dari wilayah Jakarta Selatan menuju titik kumpul awal di Jalan Merdeka Timur atau sekitar depan Stasiun Gambir," kata Iman dalam konferensi pers, Senin (16/3).
Dari kawasan Gambir, para pelaku bergerak menyusuri Jalan Ir H Juanda, kemudian menuju Jalan Medan Merdeka Barat hingga kawasan Tugu Tani. Setelah itu pelaku berputar kembali menuju Jalan Medan Merdeka Timur sebelum akhirnya menuju kawasan kantor LBH Jakarta.
"Ini kami sampaikan berdasarkan hasil temuan analisa CCTV rekan-rekan sekalian," ucap dia.
Dia mengatakan para pelaku mulai mengikuti korban setelah korban selesai menghadiri acara di YLBHI (Yayasan LBH Indonesia).
Advertisement
Korban Sempat Isi BBM di Cikini
Dia menerangkan, korban sempat mengisi bahan bakar di SPBU Cikini Raya. Pergerakan itu juga diikuti para pelaku. "Sekitar pukul 23.32 atau 23.35 para terduga pelaku terlihat berada di SPBU Cikini Raya," ucap dia.
Dia mengatakan, empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua unit sepeda sepeda motor lalu menunggu korban di depan KFC Cikini. Mereka lanjut mengikuti korban ke Jalan Diponegoro hingga Jalan Salemba I.
Advertisement
Beraksi di Salemba
Serangan terjadi di persimpangan Jalan Talang, Jalan Salemba I. Di lokasi tersebut, pelaku menyiramkan cairan ke arah korban.
"Nah, saat kejadian pada pukul 00.37, hari Kamis tanggal 12 Maret 2026, di Jalan Salemba 1 persimpangan Jalan Talang, wilayah Jakarta Pusat," tandas dia.