Prodi Jurnalistik UHO Adaptasi Kurikulum Berbasis OBE Hadapi Tantangan AI dan Digitalisasi

Program Studi Jurnalistik UHO merancang ulang kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) untuk adaptasi AI dan digitalisasi, menyiapkan mahasiswa menjadi jurnalis profesional yang relevan dengan kebutuhan industri media terkini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Prodi Jurnalistik UHO Adaptasi Kurikulum Berbasis OBE Hadapi Tantangan AI dan Digitalisasi
Program Studi Jurnalistik UHO merancang ulang kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) untuk adaptasi AI dan digitalisasi, menyiapkan mahasiswa menjadi jurnalis profesional yang relevan dengan kebutuhan industri media terkini. (AntaraNews)

Program Studi Jurnalistik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara, mulai mendesain kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan digitalisasi dan perkembangan kecerdasan artifisial (AI) yang kian pesat di industri media.

Ketua Prodi Jurnalistik FISIP UHO, Marsia Sumule Genggong, menyatakan bahwa upaya ini dilakukan melalui Lokakarya Kurikulum. Kegiatan tersebut bertujuan meninjau kembali mata kuliah agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, memastikan lulusan siap menghadapi perubahan.

Melalui kurikulum baru ini, diharapkan mahasiswa dapat menjadi jurnalis profesional yang adaptif dan kreatif dalam ekosistem digital. Adaptasi terhadap teknologi menjadi kunci agar lulusan memiliki nilai lebih di tengah persaingan industri media.

Prodi Jurnalistik UHO secara proaktif merancang kurikulum berbasis OBE guna menghasilkan alumni yang kompeten dan siap bersaing di era digital. Pendekatan ini menekankan pada luaran pembelajaran yang jelas, sehingga mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan industri.

Marsia Sumule Genggong menjelaskan, "Harapannya mahasiswa menjadi jurnalis profesional. Karena saat ini kita berhadapan dengan digitalisasi dan AI, maka kurikulum didesain agar berbasis OBE atau pendidikan berbasis luaran." Pernyataan ini menegaskan komitmen prodi untuk mencetak jurnalis yang mampu beradaptasi cepat dengan teknologi.

Lulusan Jurnalistik UHO diharapkan menjadi alumni yang adaptif dan kreatif dalam ekosistem digital, mampu berinovasi dan berkarya. Kemampuan adaptasi cepat terhadap teknologi menjadi krusial agar profesionalisme mereka memiliki nilai tambah di pasar kerja.

Terkait perubahan mata kuliah, Prodi Jurnalistik UHO tidak menambah program studi baru, melainkan merancang ulang kurikulum yang sudah ada. Tim dosen akan menggodok mata kuliah yang sudah ada untuk disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan profesi jurnalisme.

Penyesuaian ini memastikan bahwa materi pembelajaran mencakup aspek-aspek terbaru dalam teknologi dan praktik jurnalistik. "Artinya apa yang kita peroleh selama ini disesuaikan dengan teknologi sehingga alumni lebih bisa beradaptasi," lanjut Marsia.

Ketika lulusan adaptif, mereka secara otomatis akan lebih mudah berinovasi dan berkarya, sesuai dengan tuntutan industri media modern. Proses ini juga melibatkan penyerapan masukan dari asosiasi ilmu komunikasi dan praktisi media.

Para praktisi berharap kurikulum yang diterapkan benar-benar aplikatif, sehingga lulusan bisa langsung terserap di berbagai sektor. Hal ini mencakup perusahaan media maupun lembaga negara yang membutuhkan keahlian jurnalistik.

Selain fokus pada pengembangan kurikulum adaptif AI, Prodi Jurnalistik UHO juga tengah berproses meningkatkan status akreditasi. Saat ini, prodi tersebut berupaya meningkatkan akreditasi dari "Baik Sekali" menuju "Unggul".

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen prodi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi lulusannya. Peningkatan akreditasi menjadi indikator penting dalam menjamin mutu pendidikan tinggi.

Marsia menambahkan, "Saat ini kami sedang menyusun borang evaluasi diri untuk diajukan ke Lembaga Akreditasi Mandiri (LAMSPAK). Mohon doanya semoga proses ini berjalan lancar dan akreditasi kita bisa meningkat menjadi Unggul." Proses ini menunjukkan dedikasi prodi dalam mencapai standar pendidikan tertinggi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi