Lima kecamatan di Kabupaten Tangerang dilanda banjir akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur sejak Sabtu (7/3) malam hingga Minggu dini hari. Peristiwa ini menyebabkan genangan air di kawasan permukiman warga dan ruas jalan, mengganggu aktivitas masyarakat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat bahwa ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1,5 meter. Ratusan rumah warga dilaporkan terdampak, meskipun jumlah pasti kepala keluarga (KK) masih dalam proses pendataan.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyatakan bahwa aparatur wilayah dan petugas BPBD masih terus melakukan asesmen di lapangan. Upaya ini bertujuan untuk mengumpulkan data lengkap mengenai dampak dan kebutuhan mendesak bagi warga yang terkena musibah.
Advertisement
Advertisement
Dampak Meluas Banjir di Kabupaten Tangerang
Banjir yang melanda Kabupaten Tangerang kali ini telah menyasar lima wilayah kecamatan utama. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Pasar Kemis, Rajeg, Tigaraksa, Kelapa Dua, dan Kronjo, menunjukkan sebaran dampak yang cukup luas di wilayah tersebut.
Ketinggian air yang mencapai 1,5 meter di beberapa titik menjadi perhatian serius bagi warga dan petugas. Kondisi ini tidak hanya merendam rumah-rumah, tetapi juga membuat akses jalan menjadi sulit dilalui, menghambat mobilitas warga.
Achmad Taufik dari BPBD Kabupaten Tangerang mengonfirmasi bahwa ratusan rumah warga telah terdampak oleh genangan air. Meskipun demikian, proses pendataan jumlah kepala keluarga yang secara langsung mengalami kerugian masih terus berlangsung di lapangan.
Advertisement
Advertisement
Sebaran Wilayah Terdampak Banjir di Tiap Kecamatan
Di Kecamatan Kelapa Dua, Kelurahan Bencongan menjadi salah satu area yang paling parah terkena dampak banjir. Sementara itu, di Kecamatan Tigaraksa, Desa Margasari, Desa Cisereh, dan Desa Pasir Bolang/Kawasan Olek juga dilaporkan terendam air.
Kecamatan Rajeg mencatat beberapa perumahan yang terdampak signifikan, termasuk Perumahan Mutiara Tanjakan Desa Tanjakan, Perumahan Villagio Residence Desa Jambu Karua, dan Perumahan Royal Residence Desa Sukatani. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus dari pihak berwenang.
Wilayah lain yang tidak luput dari terjangan banjir adalah Desa Pasilian di Kecamatan Kronjo. Di Kecamatan Pasar Kemis, Perumahan Villa Tomang di Desa Gelam Jaya juga mengalami genangan air yang cukup tinggi, menambah daftar panjang lokasi terdampak.
Advertisement
Advertisement
Penyebab dan Upaya Penanganan Awal Banjir Kabupaten Tangerang
Menurut keterangan warga setempat, Sutrisno, banjir ini terjadi akibat luapan Kali Sabi yang mulai terjadi sejak Sabtu siang. Curah hujan yang tinggi secara terus-menerus memperparah kondisi, menyebabkan debit air sungai melampaui kapasitasnya.
Intensitas hujan yang deras mengguyur Kabupaten Tangerang sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari menjadi faktor pemicu utama. Kondisi cuaca ekstrem ini menyebabkan sistem drainase tidak mampu menampung volume air yang besar, sehingga meluap ke permukiman.
BPBD Kabupaten Tangerang bersama dengan aparatur wilayah terus berkoordinasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal. Pendataan yang akurat sangat penting untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya dalam penyaluran bantuan dan upaya mitigasi bencana di masa mendatang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews