LPKA Palu Gelar Posyandu Remaja, Pastikan Kesehatan Anak Binaan Terpantau Optimal

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu menghadirkan Posyandu Remaja sebagai upaya deteksi dini dan pemantauan kesehatan berkala bagi anak binaan, menegaskan komitmen pada hak kesehatan mereka.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
LPKA Palu Gelar Posyandu Remaja, Pastikan Kesehatan Anak Binaan Terpantau Optimal
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu menghadirkan Posyandu Remaja sebagai upaya deteksi dini dan pemantauan kesehatan berkala bagi anak binaan, menegaskan komitmen pada hak kesehatan mereka. (AntaraNews)

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu, Sulawesi Tengah, secara aktif menyelenggarakan kegiatan Posyandu Remaja. Inisiatif ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini serta memantau kondisi kesehatan anak binaan secara berkala di lingkungan lembaga. Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam memastikan terpenuhinya hak-hak dasar anak selama masa pembinaan.

Kepala LPKA Kelas II Palu, Welli, menegaskan bahwa Posyandu Remaja adalah bagian dari komitmen lembaga. Komitmen tersebut berfokus pada pemenuhan hak anak binaan terhadap layanan kesehatan yang layak dan berkualitas. Melalui program ini, LPKA Palu berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan fisik dan mental anak.

Kegiatan Posyandu Remaja ini tidak hanya memantau kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran anak binaan. Mereka diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental mereka sendiri. LPKA Palu menggandeng Puskesmas Bulili untuk memberikan layanan kesehatan yang komprehensif.

Komitmen LPKA Palu Wujudkan Kesehatan Anak Binaan

Welli menjelaskan bahwa Posyandu Remaja menjadi sarana vital untuk memastikan setiap anak binaan mendapatkan pemantauan kesehatan secara berkala. Hal ini sejalan dengan upaya meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya gaya hidup sehat. Layanan ini mencakup pemeriksaan dasar yang menyeluruh.

Dalam pelaksanaannya, LPKA Kelas II Palu berkolaborasi erat dengan Puskesmas Bulili. Kemitraan ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan remaja secara holistik. Selain itu, kerja sama ini juga menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di kalangan anak binaan.

Berbagai layanan kesehatan tersedia bagi anak binaan yang mengikuti kegiatan Posyandu Remaja. Layanan tersebut meliputi pengecekan tanda-tanda vital (vital sign) dan pemantauan status gizi. Edukasi mengenai PHBS juga diberikan secara intensif.

Deteksi dini terhadap potensi masalah kesehatan fisik maupun mental menjadi fokus utama. Ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan menangani masalah kesehatan sejak awal. Program ini dirancang untuk memberikan dukungan kesehatan yang komprehensif.

Peran Aktif Anak Binaan sebagai Kader Kesehatan

Dari total 19 anak binaan yang berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu Remaja, lima di antaranya memiliki peran khusus sebagai kader kesehatan. Keterlibatan ini menunjukkan pendekatan partisipatif yang diterapkan oleh LPKA Palu. Mereka menjadi agen perubahan di antara teman sebaya.

Para kader kesehatan ini telah menerima pelatihan intensif dari Puskesmas Bulili. Pelatihan tersebut juga didukung oleh tenaga kesehatan dari LPKA Palu sendiri. Pembekalan ini memastikan para kader memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai.

Welli menyoroti pentingnya mendorong keterlibatan anak binaan sebagai kader kesehatan. Tujuannya agar mereka dapat saling mengingatkan dan memberikan edukasi positif. Hal ini menciptakan lingkungan yang saling mendukung dalam menjaga kesehatan.

Kegiatan Posyandu Remaja ini juga mencerminkan sinergi kuat antara LPKA Kelas II Palu dan Puskesmas Bulili. Kerja sama ini dilakukan secara rutin setiap bulan. Sinergi ini memastikan pelayanan kesehatan bagi seluruh anak binaan berjalan optimal dan berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi