Tim SAR Gabungan Intensifkan Pencarian ABK Hilang Akibat Kapal Terbalik di Perairan Lombok Timur

Tim SAR gabungan terus berupaya menemukan satu Anak Buah Kapal (ABK) yang hilang setelah kapal terbalik di Perairan Kaliantan, Lombok Timur. Simak detail pencarian ABK hilang di sini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim SAR Gabungan Intensifkan Pencarian ABK Hilang Akibat Kapal Terbalik di Perairan Lombok Timur
Tim SAR gabungan terus berupaya menemukan satu Anak Buah Kapal (ABK) yang hilang setelah kapal terbalik di Perairan Kaliantan, Lombok Timur. Simak detail pencarian ABK hilang di sini. (AntaraNews)

Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian intensif terhadap seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang dilaporkan hilang. ABK bernama Amirudin (50) tersebut berasal dari Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Insiden ini terjadi setelah kapal yang ditumpanginya terbalik di Perairan Kaliantan, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Laporan kejadian diterima oleh Kantor SAR Mataram melalui Pos SAR Kayangan pada Jumat. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Kamis (5/3) sekitar pukul 17.30 WITA. Kapal sedang dalam perjalanan pulang dari Laut Kaliantan menuju Labuan Lombok saat dihantam gelombang.

Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis, menjelaskan bahwa kapten kapal tidak dapat mengendalikan laju kapal. Akibatnya, kapal terbalik dan seluruh ABK sempat tenggelam. Dari lima ABK, empat berhasil selamat, namun Amirudin masih belum ditemukan.

Kronologi Insiden Kapal Terbalik

Kapal nahas yang ditumpangi Amirudin dan empat ABK lainnya mengalami insiden serius di perairan Lombok Timur. Mereka sedang dalam perjalanan kembali dari aktivitas melaut di Laut Kaliantan. Tujuan akhir perjalanan mereka adalah Labuan Lombok.

Menurut keterangan M. Darwis, insiden terjadi pada Kamis sore, sekitar pukul 17.30 WITA. Kapal secara tiba-tiba dihantam gelombang besar dari arah belakang. Kondisi gelombang yang tidak terduga membuat kapten kapal kesulitan mengendalikan kemudi.

Hantaman gelombang tersebut menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik. Semua Anak Buah Kapal yang berada di atas kapal seketika terjatuh ke laut. Kejadian ini memicu kepanikan di antara para kru.

Meskipun empat ABK berhasil menyelamatkan diri dari insiden tersebut, Amirudin (50) tidak ditemukan. Warga asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, itu dilaporkan hilang terbawa arus. Pihak berwenang segera menerima laporan untuk memulai upaya pencarian.

Upaya Pencarian Tim SAR Gabungan

Setelah menerima laporan dari Polairud Lombok Timur, Kantor SAR Mataram segera merespons dengan cepat. Tim Rescue Pos SAR Kayangan diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Mereka membawa peralatan SAR air yang memadai untuk operasi pencarian.

Pemberangkatan tim dilakukan pada pukul 09.20 WITA menggunakan truk personel. Tim SAR gabungan ini terdiri dari berbagai unsur. Mereka berkoordinasi untuk menyisir area perairan tempat insiden terjadi.

Operasi pencarian melibatkan berbagai pihak yang berwenang dan masyarakat setempat. Unsur-unsur yang terlibat antara lain SAR Unit Lombok Timur, Polairud Polres Lombok Timur, dan Pos AL Lombok Timur. Selain itu, Babinsa Kaliantan dan Bhabinkamtibmas Kaliantan juga turut serta dalam upaya ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur juga memberikan dukungan penuh dalam operasi ini. Masyarakat setempat turut membantu dengan memberikan informasi dan partisipasi aktif. Koordinasi yang kuat antarpihak diharapkan dapat mempercepat penemuan korban. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap Amirudin dengan segala sumber daya yang ada.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi