Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapatkan kiriman karangan bunga dari masyarakar Pekalongan setelah menangkap Bupati Fadia Arafiq.
"Hari ini kami mendapatkan banyak pesan dukungan dari warga Pekalongan, bahkan sampai ada yang mengirimkan karangan bunga," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo kepada awak media, Kamis (5/3).
Atas nama KPK, Budi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga Pekalongan. Dia menyebut bahwa ini sebagai bentuk kepercayaan serta harapan kepada KPK.
Menurutnya, pemberantasan korupsi harus dilakukan secara kolektif. Budi mengajak kepada masyarakat untuk terus berkolaborasi, khususnya pencegahan.
"Kalau kita bicara pemberantasan korupsi, ini adalah ikhtiar kolektif dan KPK berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan seluruh unsur masyarakat, khususnya untuk upaya-upaya pencegahan ataupun mitigasi ke depan," sambungnya.
Advertisement
KPK Tangkap Tangan Bupati Pekalongan
Sebelumnya, pada 3 Maret 2026, KPK mengumumkan melakukan rangkaian tangkap tangan pada bulan Ramadan sekaligus merupakan OTT ketujuh pada tahun ini.
KPK mengatakan menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersama ajudan dan orang kepercayaannya di wilayah Semarang, Jawa Tengah.
Fadia ditangkap berkaitan dengan pengadaan outsourcing atau tenaga alih daya pada beberapa dinas di Pemerintah Kabupaten Pekalongan.