Empat warga Kota Tegal kocar-kacir lari dari kejaran polisi dengan menceburkan diri ke sungai Ketiwon, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah (Jateng).
Kini, satu orang bernisial MA (32) telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian.
"Baru satu orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia nyangkut jaring nelayan, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian," kata Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal, Sunarto, Senin (2/3).
Tim PMI juga diterjunkan untuk membantu melakukan pencarian tiga orang yang belum ditemukan di antaranya, S (31), KS, yang merupakan warga Kramat, Kabupaten Tegal. Kemudian satunya merupakan warga Tegal Timur, Kota Tegal, inisial U.
"Tim gabungan PMI sendiri sampai menerjunkan delapan orang untuk melakukan penyisiran," jelasnya.
Advertisement
Kasat Reskrim Polres Tegal Kota, AKP Husen Asnawi mengatakan kejadian penggerebekan terjadi pada Minggu 1 Maret 2026 pukul 15.00 WIB. Saat itu petugas datang ke lokasi yang diduga digunakan untuk judi sabung ayam.
"Hanya baru dobrak pintu saja belum sampai tempat sudah bubar. Warga sudah lari semua," kata dia.
Petugas yang berhasil masuk ke dalam meminta warga untuk tidak lari. Namun sudah ada yang terlihat lari menyeberangi sungai.
"Saya jalan saya ngomong 'jangan lari jangan lari', nah kebetulan teman-teman yang di belakang itu waktu sampai di lokasi sudah lihat orang yang sudah sampai seberang sungai," ujarnya.
Polisi pun berhasil mengamankan sejumlah orang yang belum sempat pergi ke seberang sungai. Ia juga mengaku pihaknya tidak meletuskan tembakan peringatan yang membuat arena sabung ayam itu kocar-kacir.
"Jadi yang kita amankan ada tiga orang. Tiga orang itu enggak jadi nyebrang ya di bawah. Terus kita amankan di bawa kembali ke lokasi," pungkasnya.