Istri Presiden ke-4 Republik Indonesia, K.H. Abdurrahman Wahid, Nyai Sinta Nuriyah, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan dan persatuan bangsa. Seruan ini disampaikan dalam acara sahur keliling yang digelar di Pondok Al-Khoiriyah Seblak Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Minggu (1/3) dini hari.
Dalam kesempatan tersebut, Sinta Nuriyah menekankan bahwa kedamaian dan keutuhan bangsa dapat terwujud jika semua pihak mampu hidup rukun satu sama lain. Ia mengingatkan agar perbedaan tidak menjadi pemicu perpecahan, melainkan kekuatan untuk membangun Indonesia.
Kegiatan sahur keliling ini menjadi wadah bagi Sinta Nuriyah untuk menyampaikan pesan-pesan kebangsaan, sekaligus meneruskan tradisi yang telah ia lakukan selama 26 tahun. Pesan utamanya adalah pentingnya Sinta Nuriyah Jaga Persatuan Bangsa di tengah keberagaman.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Kerukunan dan Optimisme Bangsa
Nyai Sinta Nuriyah menegaskan bahwa pada hakikatnya, seluruh masyarakat Indonesia adalah satu, sehingga tidak perlu terjadi perpecahan atau “gontok-gontokan”. Ia secara khusus menyoroti dinamika perebutan kursi anggota dewan, berharap posisi tersebut digunakan untuk membangun bangsa, bukan memecah belah.
“Hanya kursi dewan yang boleh diperebutkan, asal tidak dipakai untuk memecah belah bangsa dan negara. Tapi sebaliknya, harus digunakan membangun bangsa,” ujarnya. Optimisme terhadap masa depan Indonesia juga diungkapkan Sinta Nuriyah.
Ia percaya Indonesia akan menjadi bangsa besar dan mampu membangun, asalkan kerukunan dan persatuan tetap terjaga. Keragaman suku, agama, ras, dan budaya justru harus menjadi modal kekuatan, bukan alasan untuk terpecah belah.
Advertisement
Advertisement
Melanjutkan Tradisi Sahur Keliling dan Apresiasi Komunitas
Tradisi sahur keliling yang dilakukan Nyai Sinta Nuriyah telah berlangsung selama 26 tahun, dimulai sejak mendampingi almarhum Gus Dur. Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian kepada kaum duafa, seperti kuli bangunan, pedagang pasar, hingga mereka yang tinggal di kolong jembatan.
Ia berharap kegiatan sahur keliling ini dapat terus rutin dilaksanakan, memberikan manfaat, dan membantu sesama. Kehadiran Sinta Nuriyah di Jombang disambut antusias oleh ratusan warga, santri, pejabat pemerintah, serta perwakilan lintas iman.
Ketua Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak, Rika Fauziyah Andarini, mengungkapkan kehormatan atas kehadiran Sinta Nuriyah. Ia mengenang bahwa Gus Dur juga pernah mengajar bahasa Arab di madrasah yayasan tersebut.
Advertisement
Rika berharap jalinan ukhuwah yang telah terjalin dapat terus dijaga dan para hadirin dapat meneladani kepedulian Sinta Nuriyah. Acara sahur keliling ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan, seperti barongsai Anakonda Jombang, sanggar tari Wilwatikta, dan hadrah Qolbu Qur'an.
Rangkaian kegiatan juga mencakup menyanyikan Indonesia Raya dan mars Syubanul Wathan, pembacaan ayat-ayat Al-Quran oleh siswi tunanetra, dan ditutup dengan salat Subuh berjamaah yang diimami oleh Kepala Kemenag Kabupaten Jombang, Muhajir.
Sumber: AntaraNews
Advertisement