Tiga mahasiswa berprestasi dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) kembali menorehkan capaian luar biasa di kancah global. Mereka berhasil menyabet tiga penghargaan dalam ajang ShARE International Business Case Competition (SIBCC) 2025/2026 yang diselenggarakan oleh ShARE UI. Prestasi ini menegaskan kapasitas Mahasiswa UI Raih Penghargaan ShARE International Business di tingkat internasional.
Tergabung dalam Tim PVP, Muhammad Salman Alghifari, Lubna Qumilaila Al Kaysa, dan Abdurrahman Bonahari Bahjuri sukses meraih gelar First Runner-Up, Best Speaker, dan Best Presentation. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan analisis, kepemimpinan, dan pemecahan masalah yang kompetitif dari para mahasiswa FTUI.
Ketua Tim PVP, Muhammad Salman Alghifari, mengungkapkan bahwa kompetisi ini memberikan simulasi dunia nyata yang sangat berharga. Mereka ditantang untuk merumuskan solusi strategis yang tidak hanya inovatif, tetapi juga layak secara finansial dan dapat dieksekusi secara operasional.
Advertisement
Advertisement
Pada tahap preliminary hingga semifinal, Tim PVP dihadapkan pada studi kasus nyata dari perusahaan global Unilever. Tantangannya adalah menyusun strategi penguatan brand mass haircare. Tim PVP merespons dengan mengusung strategi bertajuk “The SILK Strategy: Rebuilding Sunsilk Consumer Conversion Through Innovation, Circularity, and Engagement in Indonesia’s Mass Haircare Market”.
Strategi ini lahir dari analisis mendalam mengenai tantangan authority dilution dan circularity gap yang dihadapi brand di tengah penetrasi pasar yang tinggi. Melalui tiga pilar utama, yaitu Smart & Sustainable Product Innovation, Impact-Proof Circularity, dan Lifestyle Activation via Key Moments, tim merumuskan solusi yang komprehensif.
Solusi yang diusung tidak hanya kuat secara strategis, tetapi juga terukur secara finansial dan lingkungan. Proyeksi implementasi strategi ini menghasilkan estimasi NPV sebesar Rp885 miliar, IRR 11,45 persen, dan BEP 3,28 tahun. Lebih lanjut, strategi ini berpotensi mengurangi limbah hingga 2.661 ton atau sekitar 42,27 persen dalam skenario penerapan penuh.
Advertisement
Advertisement
Memasuki babak final, Tim PVP menghadapi tantangan baru dari EY (Ernst & Young) yang berfokus pada transformasi operasional dan digitalisasi perusahaan. Untuk menjawab tantangan ini, Tim PVP memperkenalkan solusi “The ERPBoost: From Fragmented Execution to Integrated Performance Through Digital Backbone, Operational Discipline, and People-Led Change”.
Solusi ini mencakup implementasi SAP S/4HANA, rekayasa ulang proses end-to-end pada supply chain dan value chain, serta pendekatan people-centered change management melalui Serious Simulation Games. Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan tulang punggung digital yang kuat dan disiplin operasional yang terintegrasi.
Dalam skenario implementasi komprehensif, solusi The ERPBoost diproyeksikan menghasilkan IRR 35,96 persen dan NPV Rp1,30 miliar. Selain itu, solusi ini juga diperkirakan dapat menurunkan emisi hingga 5,8 juta tCO₂ (21,43 persen), mengurangi inventaris sebesar 60 persen, serta meningkatkan On-Time In-Full (OTIF) hingga 75 persen.
Advertisement
Advertisement
Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, memberikan apresiasi tinggi atas capaian strategis berbasis data dan keberlanjutan yang dihadirkan para mahasiswa. Beliau menegaskan bahwa prestasi ini membuktikan kapasitas analitis, kepemimpinan, dan kemampuan problem solving mahasiswa FTUI yang kompetitif di tingkat internasional.
Keberhasilan Tim PVP ini semakin memperkuat komitmen FTUI dalam mendorong mahasiswa untuk unggul tidak hanya dalam ranah akademik dan riset, tetapi juga dalam kompetisi global. Kompetisi seperti SIBCC menuntut ketajaman analisis, kreativitas strategi, serta kepemimpinan kolaboratif, yang semuanya ditunjukkan dengan baik oleh tim ini.
Kolaborasi lintas disiplin antara mahasiswa Teknik Industri dan Teknik Metalurgi dan Material menjadi kekuatan utama tim dalam merancang solusi yang komprehensif. Ini mengintegrasikan aspek operasional, finansial, dan keberlanjutan lingkungan, menunjukkan pendekatan holistik dalam pemecahan masalah bisnis.
Advertisement
Sumber: AntaraNews