PLN Edukasi Keselamatan Kelistrikan di SMAN 21 Makassar, Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

PLN UIP Sulawesi gencar edukasi keselamatan kelistrikan kepada pelajar SMAN 21 Makassar. Program ini penting untuk mitigasi bencana dan membangun budaya aman listrik sejak dini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PLN Edukasi Keselamatan Kelistrikan di SMAN 21 Makassar, Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana
PLN UIP Sulawesi gencar edukasi keselamatan kelistrikan kepada pelajar SMAN 21 Makassar. Program ini penting untuk mitigasi bencana dan membangun budaya aman listrik sejak dini. (AntaraNews)

PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi aktif menyelenggarakan edukasi keselamatan kelistrikan bagi pelajar. Kegiatan ini berlangsung di SMAN 21 Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 22 Februari.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif "Goes to School" dan intervensi Program Katimbang Siaga Bencana. Fokus utamanya adalah meningkatkan kesadaran akan bahaya listrik, khususnya saat menghadapi banjir dan bencana alam lainnya.

General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menegaskan bahwa edukasi ini krusial. Tujuannya untuk mendukung ketangguhan masyarakat terhadap bencana dan memastikan manfaat listrik dirasakan optimal.

Pentingnya Edukasi Dini Keselamatan Kelistrikan

PLN menekankan pentingnya edukasi keselamatan kelistrikan sejak dini sebagai kunci utama. Hal ini agar masyarakat dapat merasakan manfaat listrik secara optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Terutama saat kondisi darurat, pemahaman yang baik sangat dibutuhkan.

Melalui edukasi yang berkesinambungan, PLN berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan. Mereka diharapkan mampu menyebarkan budaya keselamatan kelistrikan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Kolaborasi antara PLN UIP Sulawesi dan Tim Katimbang Siaga Bencana (KSB) Kelurahan Katimbang memperluas literasi kebencanaan. Ini termasuk keselamatan kelistrikan di lingkungan pendidikan.

Materi dan Antusiasme Peserta Edukasi

Sesi edukasi di SMAN 21 Makassar berlangsung interaktif dan komunikatif. Para siswa mendapatkan pemahaman mendalam mengenai potensi bahaya listrik saat banjir.

Materi yang disampaikan mencakup langkah aman mematikan aliran listrik saat genangan air. Siswa juga diajari larangan menyentuh peralatan listrik dalam kondisi basah dan pentingnya instalasi listrik standar.

Selain itu, prosedur pelaporan potensi bahaya kelistrikan juga dijelaskan secara detail. Materi ini disampaikan melalui diskusi dan simulasi sederhana yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Antusiasme siswa terlihat jelas dari aktifnya sesi tanya jawab dan partisipasi mereka. Hal ini menunjukkan efektivitas metode penyampaian materi.

Apresiasi dan Harapan untuk Masa Depan

Ketua KSB Kelurahan Katimbang, Ruslan, menilai edukasi ini sangat penting. Menurutnya, ini mendukung kesiapsiagaan masyarakat dari sisi keselamatan kelistrikan.

Ruslan menyoroti bahwa wilayah Katimbang memiliki potensi risiko banjir. Oleh karena itu, pemahaman tentang bahaya listrik saat bencana sangat dibutuhkan oleh generasi muda.

Kepala SMAN 21 Makassar, A Subandi, mengapresiasi inisiatif PLN ini. Ia berharap program edukasi aplikatif semacam ini dapat terus berlanjut.

Subandi menekankan bahwa keselamatan kelistrikan membutuhkan kesadaran individu. Ini bukan hanya aspek teknis, melainkan juga budaya yang harus dibangun.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi