KBRI Phnom Penh Luncurkan Sertifikat Duta Rasa Nusantara, Perkuat Gastrodiplomasi Kuliner Indonesia

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh meluncurkan sertifikat Duta Rasa Nusantara untuk mendukung upaya gastrodiplomasi dan mempromosikan kekayaan kuliner Indonesia di Kamboja.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KBRI Phnom Penh Luncurkan Sertifikat Duta Rasa Nusantara, Perkuat Gastrodiplomasi Kuliner Indonesia
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh meluncurkan sertifikat Duta Rasa Nusantara untuk mendukung upaya gastrodiplomasi dan mempromosikan kekayaan kuliner Indonesia di Kamboja. (AntaraNews)

Phnom Penh, Kamboja – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh secara resmi meluncurkan sertifikat Duta Rasa Nusantara pada Kamis (19/2). Inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam mendukung upaya gastrodiplomasi Indonesia di Kamboja. Peluncuran ini bertujuan untuk mengapresiasi restoran-restoran Indonesia yang telah berperan aktif dalam memperkenalkan masakan Nusantara.

Sertifikat Duta Rasa Nusantara diberikan kepada restoran-restoran di Kamboja yang menyajikan hidangan Indonesia dengan citarasa dan resep otentik. Program ini diharapkan dapat mendorong pengenalan kuliner Indonesia yang lebih luas kepada masyarakat lokal dan warga negara asing. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mempromosikan warisan budaya melalui jalur kuliner.

Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menegaskan bahwa Duta Rasa Nusantara adalah bentuk pengakuan penting. Program ini mengapresiasi peran vital restoran-restoran Indonesia dalam memperkenalkan masakan khas kepada publik Kamboja. Selain itu, inisiatif ini juga mendukung pemerintah Kamboja dalam mengembangkan industri kuliner halal, mengingat peningkatan jumlah wisatawan Muslim.

Apresiasi Peran Restoran Indonesia

Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menyatakan bahwa sertifikat Duta Rasa Nusantara merupakan bentuk pengakuan terhadap peran penting restoran-restoran Indonesia. Pengakuan ini diberikan atas dedikasi mereka dalam memperkenalkan masakan Indonesia kepada masyarakat lokal dan warga negara asing di Kamboja. Inisiatif ini menandai komitmen KBRI dalam mengangkat citra kuliner Tanah Air di kancah internasional.

Selain sebagai bentuk apresiasi, program ini juga menjadi dukungan nyata terhadap langkah pemerintah Kamboja. Pemerintah Kamboja saat ini sedang gencar mempromosikan industri kuliner halal di negaranya. Hal ini didorong oleh semakin banyaknya wisatawan Muslim yang berkunjung ke Kamboja, menciptakan peluang pasar yang signifikan bagi restoran-restoran halal.

Restoran “Resto Somatera”, yang dimiliki oleh Markus Dwinanta, menjadi penerima pertama sertifikat Duta Rasa Nusantara. Restoran ini terpilih berkat perannya yang konsisten selama hampir 17 tahun dalam memperkenalkan masakan khas dari berbagai daerah di Indonesia. Resto Somatera telah berhasil menyajikan keragaman kuliner Nusantara kepada masyarakat Kamboja, menjadikannya duta rasa yang patut dicontoh.

Dampak Positif dan Pemberdayaan Komunitas

Peran Resto Somatera tidak hanya terbatas pada promosi kuliner. Menurut KBRI, restoran ini juga aktif memberdayakan orang muda Kamboja melalui pelatihan memasak berbagai resep masakan Indonesia. Program pelatihan ini telah menghasilkan empat mantan pegawai restoran yang sukses membuka usaha kuliner mereka sendiri. Ini menunjukkan dampak positif yang melampaui sekadar bisnis makanan.

Pemberian sertifikat Duta Rasa Nusantara diharapkan menjadi motivasi kuat bagi seluruh restoran Indonesia di Kamboja. Tujuannya adalah untuk terus mendukung dan memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara. Dengan demikian, masakan Indonesia dapat semakin dikenal dan diterima secara positif oleh warga Kamboja.

Ke depan, KBRI Phnom Penh berencana untuk menyusun dan mengkurasi daftar rekomendasi restoran Indonesia. Daftar ini akan berisi restoran dengan cita rasa dan resep otentik, berfungsi sebagai panduan bagi masyarakat saat berada di Kamboja. Saat ini, diperkirakan ada sekitar 400 restoran khas Indonesia yang tersebar di berbagai provinsi di Kamboja, menunjukkan potensi besar untuk pengembangan gastrodiplomasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi