Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan keberangkatan 15 pemuda asal Palembang ke Kamboja ilegal. Diduga mereka korban penipuan kerja restoran di Malaysia.
Kepala BP3MI Sumsel Waydinsyah mengungkapkan, keberangkatan tersebut disinyalir non prosedural karena setelah dilakukan pengecekan pada sistem Elektronik Pekerja Migran Indonesia (E-PMI), nama mereka tidak terdaftar.
"Mereka ini tertipu modus kerja restoran di Malaysia. Lalu dibawa melewati perbatasan Thailand hingga sampai ke Kamboja dan dokumen paspor mereka biasanya disita oleh sindikat begitu sampai di lokasi pengerjaan," ungkap Kepala BP3MI Sumsel Waydinsyah, Jumat (20/2).
Advertisement
Korban Terjebak Iming-iming Gaji
Waydiansyah menjelaskan, para korban terjebak iming-iming gaji tinggi berkisar Rp8 juta hingga Rp12 juta tanpa melalui prosedur resmi sesuai Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017. Kebanyakan mereka yang berada di Kamboja dipekerjakan sebagai operator judi online dan scaming (penipuan).
"Negara Kamboja sebenarnya tidak dibuka untuk penempatan pekerja migran kita, apalagi untuk jabatan operator judi," kata dia.
Untuk memulangkan 15 warga Sumsel tersebut, otoritas terkait masih menyelesaikan proses administrasi. Para korban terlebih dahulu harus mengantongi Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dan izin keluar (exit permit) dari otoritas Kamboja sebelum dipulangkan ke Indonesia.
"Mereka harus bersabar menunggu proses dokumen di KBRI yang saat ini sangat padat karena melayani ribuan kasus serupa dari seluruh Indonesia," kata dia.
Advertisement
Dijamin Pemerintah
Meski tidak cepat dipulangkan, keamanan para korban dijamin pemerintah. Mereka telah berada dalam penanganan pihak KBRI.
"Saya pastikan 15 orang ini dalam keadaan aman. Kami terus berkomunikasi, bahkan bisa melakukan video call dan berkirim pesan kapan pun dan kebutuhan makan mereka terpenuhi," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, warganet dihebohkan dengan permintaan sejumlah pemuda untuk dipulangkan dari Kamboja. Mereka menyebut menjadi korban perdagangan orang.
Permintaan itu disampaikan melalui video yang diunggah akun Instagram @calvinblue_ dengan sasaran Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang. Mereka mengaku terjebak saat ditawari bekerja ke luar negeri dengan janji gaji besar.
"Assalamualaikum. Untuk Bapak Herman Deru dan Bapak Ratu Dewa, kami warga Palembang meminta pertolongan untuk membantu kami pulang ke Palembang," ungkap pria dalam video yang dilihat merdeka.com, Rabu (18/2).
Para pemuda itu mengaku setelah datang ke Kamboja tak kunjung mendapat pekerjaan yang dijanjikan. Mereka mengaku dijual untuk bekerja, sebagian lagi belum sempat bekerja hingga terlantar di luar negeri.
Sambil menengadahkan dengan gestur memohon mereka berharap ada kepedulian pemerintah. Mereka mengakui ingin segera pulang ke Palembang.
"Itu pun penuh tekanan dan siksaan pak. Tolong bantu kami," kata dia.