Penyintas bencana di Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah, Aceh, dengan khusyuk melaksanakan salat tarawih perdana. Ibadah ini dilakukan di surau-surau yang telah dipersiapkan khusus menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Momen ini menjadi penanda dimulainya bulan puasa bagi warga yang terdampak banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.
Tradisi sholat tarawih berjamaah di surau terdekat saat awal Ramadhan tetap dipertahankan oleh masyarakat Lut Tawar. Menjelang akhir Ramadhan, mereka akan beralih melaksanakan ibadah berjamaah di masjid-masjid. Kebiasaan ini menunjukkan keteguhan iman dan kebersamaan warga dalam menghadapi cobaan.
Meskipun masih dalam proses pemulihan, semangat warga untuk beribadah tidak surut. Salah seorang penyintas, Inen Juraidah, mengungkapkan perasaannya yang campur aduk antara senang menyambut Ramadhan dan kesedihan atas bencana yang baru dialami. Rumahnya pun baru saja selesai dibersihkan dari sisa-sisa banjir.
Advertisement
Advertisement
Semangat Ibadah di Tengah Keterbatasan
Inen Juraidah, seorang penyintas bencana di Kecamatan Lut Tawar, mengungkapkan kebahagiaannya menyambut bulan Ramadhan. Ia merasa senang karena dapat kembali beribadah, meskipun ada sedikit kesedihan mendalam akibat musibah yang menimpa. Rumahnya baru saja dibersihkan dari dampak banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.
Tradisi masyarakat Lut Tawar untuk sholat tarawih berjamaah di surau-surau terdekat pada awal Ramadhan tetap lestari. Ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan spiritual dan kebersamaan mereka. Meskipun fasilitas ibadah sempat terdampak, upaya pemulihan telah memungkinkan kegiatan keagamaan ini kembali berjalan.
Jasman, salah seorang warga, turut mengamati banyaknya jamaah yang mengikuti tarawih di surau Miftahul Jannah. Surau tersebut berlokasi di Kampung Toweren Uken yang juga terdampak bencana. Kehadiran banyak orang dalam ibadah ini menjadi simbol harapan dan kebangkitan komunitas.
Advertisement
Advertisement
Pemulihan Fasilitas Ibadah Pasca-Bencana
Beberapa surau di Kampung Toweren yang sempat terdampak banjir Sumatra kini sudah dapat digunakan kembali untuk beribadah. Menjelang Ramadhan, para penyintas bencana bergotong royong membersihkan dan memperbaiki fasilitas umum yang tersisa. Surau menjadi salah satu prioritas utama untuk dipulihkan.
Surau Miftahul Jannah di Kampung Toweren Uken, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, menjadi salah satu contoh keberhasilan pemulihan. Warga di sana sudah bisa menjalani ibadah tarawih secara normal. Surau berukuran sekitar 10x10 meter persegi ini menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat setempat.
Pada Rabu malam, sejumlah warga terlihat khusyuk melaksanakan sholat tarawih perdana di surau Miftahul Jannah. Meskipun bangunan di sekitarnya banyak yang rata dengan tanah akibat banjir bandang akhir November 2025, surau ini berdiri kokoh. Ini menunjukkan prioritas warga terhadap tempat ibadah.
Advertisement
Advertisement
Tantangan Lingkungan dan Aksesibilitas
Meskipun semangat ibadah tinggi, dampak bencana masih terlihat jelas di sekitar surau Miftahul Jannah. Gelondongan-gelondongan kayu sisa banjir bandang masih berserakan di area tersebut. Pemandangan ini menjadi pengingat akan dahsyatnya musibah yang baru saja mereka alami.
Kondisi lingkungan juga masih menjadi perhatian, terutama dengan curah hujan deras yang terus terjadi. Sungai di dekat surau Miftahul Jannah mengalami kenaikan debit air. Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru bagi warga akan potensi banjir susulan.
Selain itu, akses jalanan utama yang menghubungkan kampung ke kota Takengon juga terdampak longsor. Kondisi ini tentu menghambat mobilitas warga dan distribusi bantuan. Pemulihan infrastruktur jalan menjadi krusial untuk mempercepat proses rehabilitasi wilayah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews