Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bersama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) daerah setempat, telah sukses memfasilitasi rangkaian peringatan tragedi Perang Dunia II di Mentok. Acara yang berlangsung selama beberapa hari ini bertujuan untuk mengenang para korban yang meninggal dunia di wilayah tersebut. Puluhan warga negara asing, khususnya keluarga korban dari Australia, hadir untuk memberikan penghormatan dan mengenang peristiwa pilu 16 Februari 1942.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Fachriansyah, menjelaskan bahwa Pemkab memberikan berbagai kemudahan bagi para tamu. Fasilitas ini mencakup survei lokasi, persiapan acara di beberapa titik penting, hingga pengaturan kepulangan mereka dari Mentok. Dukungan penuh ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menghargai sejarah dan mempererat hubungan internasional.
Rangkaian peringatan yang berlangsung dari 13 hingga 18 Februari 2026 ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu menarik perhatian. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak, termasuk Komunitas Jeep Bangka Barat, memastikan seluruh kegiatan berjalan lancar. Inisiatif ini tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga membangun jembatan persahabatan yang kuat.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah dan Komunitas Lokal
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat memberikan dukungan penuh untuk kelancaran peringatan tragedi Perang Dunia II, terutama bagi puluhan tamu warga negara asing. Fachriansyah dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat menegaskan bahwa Pemkab memfasilitasi mulai dari survei lokasi hingga kepulangan para tamu. Ini menunjukkan upaya serius dalam menjaga hubungan baik dan menghormati sejarah.
Selain dukungan Pemkab, Palang Merah Indonesia (PMI) setempat juga aktif terlibat dalam membantu rangkaian acara. Mereka turut serta dalam pembersihan lokasi upacara di beberapa tempat bersejarah. Lokasi tersebut meliputi Pantai Radji, Monumen Tanjungkalian, dan Museum Perdamaian di Keranggan, memastikan semuanya siap untuk peringatan.
Kolaborasi juga terjalin dengan Komunitas Jeep Bangka Barat yang berperan penting dalam mengantarkan peserta ke Monumen Pantai Radji. Akses jalan menuju lokasi tersebut yang masih sulit dilalui kendaraan membuat peran komunitas ini sangat vital. Sinergi berbagai pihak ini menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan peringatan Perang Dunia II.
Advertisement
Advertisement
Jelajah Sejarah dan Membangun Ikatan Kekeluargaan
Selama berada di Mentok, para peserta peringatan Perang Dunia II tidak hanya fokus pada prosesi mengenang korban, tetapi juga memanfaatkan waktu luang untuk jelajah sejarah. Mereka mengunjungi berbagai situs bersejarah yang menjadi saksi bisu peristiwa masa lalu. Kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang tragedi yang terjadi.
Beberapa lokasi bersejarah yang dijelajahi antara lain:
- Pelabuhan Lama Mentok
- Bekas gedung bioskop yang dahulu menjadi penjara tawanan
- Rumah dinas bupati
- Jalur buruh
- Rutan Mentok
- Markas PMI yang dahulu berfungsi sebagai gedung rumah sakit
Advertisement
Bupati Bangka Barat, Markus, menyatakan bahwa momentum ini sangat penting untuk saling mendukung dan membangun ikatan kekeluargaan. Ia menekankan bahwa tragedi Perang Dunia II meninggalkan rasa pilu, namun dari kepedihan tersebut, masyarakat belajar menumbuhkan semangat kebersamaan. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat persahabatan dan menciptakan perdamaian di masa depan.
Advertisement
Makna Sejarah sebagai Pijakan Masa Depan
Bupati Bangka Barat, Markus, menyampaikan rasa duka mendalam atas nama masyarakat Mentok dan Bangka Barat terkait tragedi Perang Dunia II. Menurutnya, sejarah adalah guru berharga yang mengajarkan generasi penerus untuk menghargai masa lalu. Peristiwa kelam ini menjadi pijakan penting untuk menata langkah ke depan dengan lebih baik.
Melalui kerja sama bilateral yang terjalin dalam peringatan ini, diharapkan dapat terus memperkuat persahabatan antarnegara. Inisiatif ini juga bertujuan untuk menciptakan perdamaian abadi dan memberikan harapan bagi generasi mendatang. Pesan yang kuat dari peringatan ini adalah untuk menjaga nilai-nilai sejarah dan kemanusiaan sebagai bekal berharga.
Sebagian tamu sudah mulai meninggalkan Mentok setelah rangkaian acara selesai, sementara beberapa lainnya masih tinggal untuk bertemu kolega. Ini menunjukkan bahwa peringatan Perang Dunia II tidak hanya menjadi ajang mengenang, tetapi juga mempererat silaturahmi dan membuka peluang kolaborasi di masa depan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews