Polisi Uji Balistik Proyektil yang Digunakan Menyerang Amat Muzakhim di Pekalongan

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, polisi memastikan hanya ada satu kali tembakan.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Polisi Uji Balistik Proyektil yang Digunakan Menyerang Amat Muzakhim di Pekalongan
Polisi Uji Balistik Proyektil yang Digunakan Menyerang Amat Muzakhim di Pekalongan (Merdeka.com)

Polisi masih mencari pelaku penembakan terhadap Amat Muzakhim di Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (14/2) lalu. Upaya tersebut dilakukan untuk mendeteksi pelaku, salah satunya melakukan uji balistik proyektil.

"Untuk proyektil ini akan dilakukan pendalaman dan pemeriksaan oleh Bid Labfor untuk memastikan jenis dan kalibernya. Hasilnya nanti akan kami sampaikan," kata Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf, Minggu (15/2).

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, polisi memastikan hanya ada satu kali tembakan. Proyektil pertama kali mengenai dek bagian atas teras rumah korban, lalu memantul ke bawah. "Pantulan proyektil kemudian kami temukan di sisi kiri garasi rumah korban," ungkapnya.

Terkait arah tembakan, polisi menilai berdasarkan rekaman CCTV dan hasil pemeriksaan di lokasi, tembakan mengarah ke atas atau tidak mengarah langsung ke arah korban.

"Jadi kesimpulan sementara kami, ini masih mengarah pada aksi teror," jelasnya.

Pastikan Jenis Senjata Digunakan

Terkait dugaan penggunaan senjata api, kepolisian belum dapat memastikan secara detail. Pemeriksaan lanjutan oleh Bid Labfor Polda Jateng masih berlangsung untuk memastikan jenis senjata yang digunakan pelaku.

"Apakah senpi atau jenis lain, kami menunggu hasil pemeriksaan laboratorium agar lebih terang," ujarnya.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik penembakan tersebut.

Analisis CCTV

Dari analisis rekaman CCTV, polisi menyebut saat beraksi pelaku diduga telah memetakan lokasi, sehingga saat menjalankan aksinya sudah langsung mengetahui keberadaan korban. Sehingga pelaku mendekatinya dengan jarak kurang lebih 10 meter.

"Jadi saat kejadian, pagar rumah dalam kondisi terbuka. Ini membuat pelaku mudah langsung masuk, berputar, melakukan penembakan, lalu keluar. Ada kemungkinan pelaku sudah memahami area rumah," pungkasnya.

Rekomendasi