ACQUIN Jerman Visitasi Sembilan Prodi di ULM, Perkuat Akreditasi Internasional Universitas Lambung Mangkurat

Sembilan program studi di FKIP ULM menjalani visitasi akreditasi internasional oleh ACQUIN Jerman. Ini adalah langkah strategis ULM menuju World Class University melalui Akreditasi Internasional ULM.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
ACQUIN Jerman Visitasi Sembilan Prodi di ULM, Perkuat Akreditasi Internasional Universitas Lambung Mangkurat
Sembilan program studi di FKIP ULM menjalani visitasi akreditasi internasional oleh ACQUIN Jerman. Ini adalah langkah strategis ULM menuju World Class University melalui Akreditasi Internasional ULM. (AntaraNews)

Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin baru-baru ini menerima kunjungan visitasi akreditasi internasional dari Accreditation, Certification, and Quality Assurance Institute (ACQUIN), sebuah lembaga akreditasi terkemuka asal Jerman. Visitasi ini secara khusus menyasar sembilan program studi (prodi) yang berada di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ULM.

Proses penilaian komprehensif ini berlangsung secara hybrid selama dua hari, melibatkan tiga asesor yang hadir langsung dan sembilan asesor lainnya yang berpartisipasi secara daring dari berbagai negara. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya ULM dalam meningkatkan standar pendidikan dan pengakuan global.

Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan kualitas pendidikan di ULM sesuai dengan standar internasional. Diharapkan, akreditasi ini akan memperkuat posisi ULM sebagai perguruan tinggi yang memiliki daya saing global.

Proses Panjang Menuju Pengakuan Global

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) ULM, Prof. Agung Nugroho, mengungkapkan bahwa proses pengajuan Akreditasi Internasional ULM ini telah berjalan selama dua tahun. Tahapan yang dilalui meliputi pengiriman dokumen awal, proses reviu mendalam, hingga penetapan asesmen lapangan sebagai rangkaian akhir yang krusial.

Aspek yang menjadi fokus penilaian sangat luas, mencakup administrasi mahasiswa, kualitas layanan akademik, dan kurikulum yang berbasis Outcome-Based Education (OBE). Selain itu, pengembangan profesionalisme dosen, sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan, serta ketersediaan sarana dan prasarana juga dievaluasi secara cermat.

Verifikasi Faktual dan Harapan Akreditasi

Dekan FKIP ULM, Prof. Sunarno Basuki, menjelaskan bahwa para asesor dari Eropa tersebut melakukan verifikasi faktual di lapangan. Mereka melihat langsung fasilitas sarana prasarana, program pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan kualitas layanan akademik yang telah tertulis dalam dokumen borang.

Verifikasi ini juga mencakup pertemuan langsung dengan para pengguna lulusan untuk memastikan kesesuaian kompetensi alumni dengan kebutuhan dunia kerja. Hal ini penting untuk menjamin bahwa lulusan ULM memiliki relevansi dan daya saing tinggi di pasar global.

Prof. Agung Nugroho menambahkan bahwa jika seluruh persyaratan akreditasi terpenuhi, hasil asesmen dapat diketahui sekitar tiga bulan setelah rapat penetapan. Proses ini menjadi penentu bagi sembilan prodi FKIP ULM untuk meraih pengakuan internasional.

Visi ULM sebagai World Class University

Pelaksana Harian Rektor ULM, Dr. Yusuf Azis, menyampaikan bahwa saat ini ULM telah memiliki enam program studi yang terakreditasi internasional. Selain itu, Laboratorium Terpadu ULM juga telah berhasil meraih sertifikasi ISO, menunjukkan komitmen ULM terhadap standar kualitas.

ULM memiliki target ambisius untuk meningkatkan jumlah program studi terakreditasi internasional menjadi 15 prodi di masa mendatang. Target ini merupakan bagian integral dari arah kebijakan ULM yang telah terakreditasi Unggul.

Langkah-langkah strategis ini konsisten dengan visi ULM untuk bertransformasi menjadi World Class University. Dengan akreditasi internasional, ULM berupaya meningkatkan reputasi akademik dan menarik lebih banyak mahasiswa serta peneliti dari seluruh dunia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi