RSCM Pastikan Pelayanan BPJS Tetap Berjalan Meski Status PBI Nonaktif, Prioritaskan Keselamatan Pasien

Manajemen Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menegaskan komitmennya dalam memastikan akses pelayanan BPJS RSCM bagi seluruh pasien, termasuk peserta PBI yang statusnya tidak aktif, dengan mengedepankan penanganan medis di atas administrasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
RSCM Pastikan Pelayanan BPJS Tetap Berjalan Meski Status PBI Nonaktif, Prioritaskan Keselamatan Pasien
Manajemen Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menegaskan komitmennya dalam memastikan akses pelayanan BPJS RSCM bagi seluruh pasien, termasuk peserta PBI yang statusnya tidak aktif, dengan mengedepankan penanganan medis di atas administrasi. (AntaraNews)

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) kembali menegaskan komitmennya dalam menyediakan layanan kesehatan. Mereka memastikan bahwa akses pelayanan BPJS RSCM tetap terbuka bagi masyarakat. Pernyataan ini disampaikan menanggapi kekhawatiran publik.

Direktur Medis dan Keperawatan RSCM, dr. Renan Sukmawan, menyatakan bahwa pasien dengan status kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang tidak aktif tetap akan dilayani. Prioritas utama rumah sakit adalah keselamatan dan penanganan medis pasien. Hal ini berlaku terutama untuk kondisi darurat yang memerlukan tindakan cepat.

Kebijakan ini menekankan filosofi "patient first" yang selalu diterapkan oleh RSCM. Pasien akan mendapatkan penanganan medis terlebih dahulu. Urusan administrasi akan diselesaikan kemudian.

Prioritas Utama RSCM: Keselamatan Pasien

RSCM secara konsisten mengedepankan keselamatan pasien di atas segala aspek lainnya. Prinsip ini menjadi landasan utama dalam setiap tindakan medis yang diberikan. Penanganan cepat dan tepat menjadi fokus utama.

Dr. Renan Sukmawan menjelaskan bahwa prioritas keselamatan ini berlaku tanpa terkecuali. Ini mencakup peserta PBI yang status kepesertaannya belum aktif. Setiap pasien berhak mendapatkan penanganan terbaik.

Untuk kasus penyakit katastropik atau kondisi yang mengancam nyawa, sistem akan melakukan aktivasi secara otomatis. Langkah ini memastikan tidak ada hambatan administratif yang menghalangi penyelamatan nyawa. Masyarakat tidak perlu khawatir akan tertundanya penanganan.

Jangan Ragu Akses Pelayanan Medis di RSCM

Dr. Renan berharap informasi ini dapat memberikan ketenangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia ingin menghilangkan keraguan untuk mencari pertolongan medis. Kesehatan adalah hak dasar setiap individu.

Masyarakat diimbau agar tidak ragu datang ke rumah sakit, meskipun menghadapi kendala administrasi. Isu pembiayaan juga tidak seharusnya menjadi penghalang. RSCM berkomitmen melayani tanpa memandang latar belakang.

"Setiap saat kami akan layani. Jangan pikir administrasi. Bahkan kalau misalnya memang tidak ada dana sama sekali, tidak akan kami permasalahkan, yang penting nyawanya bisa tertolong," tegas dr. Renan. Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat RSCM.

Peningkatan Kapasitas untuk Pelayanan Optimal

Selain menjamin kelangsungan pelayanan BPJS RSCM, manajemen juga terus memperkuat kapasitasnya. Peningkatan ini difokuskan pada ketersediaan jumlah tempat tidur. Tujuannya adalah memberikan layanan yang lebih optimal.

Peningkatan kapasitas ini dilakukan seiring dengan terus meningkatnya jumlah pasien. Mayoritas pasien yang datang merupakan kasus rujukan penyakit berat. Mereka membutuhkan penanganan intensif dan fasilitas memadai.

Dr. Renan Sukmawan mengungkapkan bahwa kapasitas tempat tidur RSCM telah berkembang signifikan. Dari 900 tempat tidur dua tahun lalu, kini telah mencapai 1.280 tempat tidur. Peningkatan ini menunjukkan kesiapan RSCM menghadapi tantangan kesehatan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi