Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia bersama Badan PBB untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) telah merampungkan “e-Trade Readiness Assessment” (eT Ready). Kajian ini menawarkan peta jalan komprehensif untuk memajukan ekosistem lokapasar dan perdagangan digital di Indonesia. Peluncuran eT Ready dilaksanakan di Jakarta pada Kamis (12/2) lalu.
Direktur Perdagangan Internasional Kemlu RI, Ditya Agung Nurdianto, menjelaskan bahwa eT Ready berperan penting dalam memastikan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Pertumbuhan ini tidak hanya stabil, tetapi juga lebih adil, aman, dan tangguh di masa depan. Kajian ini diharapkan dapat mengarahkan upaya Indonesia dalam sektor digital.
Peta jalan berbasis bukti ini dirancang untuk mengembangkan lokapasar dan perdagangan digital yang inklusif, kompetitif, serta berkelanjutan. Dokumen tersebut juga menguraikan langkah-langkah strategis untuk memperkuat ekosistem lokapasar nasional. Fokus utamanya meliputi pembayaran digital serta tata kelola dan regulasi yang efektif.
Advertisement
Advertisement
Strategi Komprehensif untuk Penguatan Ekosistem Lokapasar
Laporan eT Ready disusun berdasarkan konsultasi luas dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia. Kajian ini menawarkan langkah-langkah praktis guna meningkatkan koordinasi antarlembaga. Selain itu, laporan ini juga bertujuan memperbaiki sistem logistik nasional.
Peta jalan ini menekankan pentingnya membangun keterampilan digital yang relevan bagi masyarakat. Perlindungan siber bagi bisnis daring juga menjadi prioritas utama. Langkah-langkah ini krusial untuk menciptakan lingkungan perdagangan digital yang aman.
eT Ready mengintegrasikan isu lintas sektor yang sangat penting untuk inklusivitas. Ini mencakup partisipasi perempuan, kaum muda, penyandang disabilitas, dan pelaku sektor informal. Komunitas di wilayah terpencil juga menjadi fokus untuk memastikan transformasi digital yang merata.
Advertisement
Advertisement
Peran eT Ready dalam Visi Ekonomi Digital Indonesia
Kajian eT Ready memiliki nilai strategis yang signifikan bagi ekonomi digital Indonesia. Pada tahun 2024, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 90 miliar dolar AS. Angka ini menyumbang sepertiga dari total ekonomi digital ASEAN secara keseluruhan.
Indonesia telah menempatkan perdagangan digital sebagai inti strategi pembangunannya. Hal ini sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045 untuk menjadi negara berpendapatan tinggi. Peta jalan ini mendukung ambisi tersebut dengan menyediakan arahan yang jelas.
Wakil Sekretaris Jenderal UNCTAD, Pedro Manuel Moreno, menegaskan bahwa eT Ready disiapkan untuk mendukung pemerintah. Tujuannya adalah memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat mengakses lokapasar secara lebih luas. Ini juga bertujuan membangun kepercayaan dalam transaksi digital.
Advertisement
Advertisement
Kepemimpinan Indonesia dalam Perdagangan Digital Berkelanjutan
Moreno juga menyoroti bahwa eT Ready merupakan asesmen pertama UNCTAD di negara G20 yang mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan. Analisis ini dilakukan dalam ekosistem lokapasar digital. Hal ini mencerminkan kepemimpinan proaktif Indonesia dalam membentuk kebijakan perdagangan digital.
Indonesia menunjukkan bagaimana transformasi digital dapat menjadi pendorong daya saing. Transformasi ini juga secara bersamaan mendorong inklusi bagi seluruh lapisan masyarakat. Pendekatan ini menjadi contoh bagi negara lain.
Dengan adanya peta jalan ini, diharapkan koordinasi antar pemangku kepentingan semakin kuat. Implementasi rekomendasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan. Ini juga akan memastikan manfaatnya dirasakan oleh semua pihak.
Advertisement
Sumber: AntaraNews