Kolaborasi Pemkab dan TNI Sukseskan TMMD 2026 Kediri, Pacu Pembangunan dan Penurunan Stunting

Pemerintah Kabupaten Kediri bersama TNI menggelar TMMD 2026 Kediri ke-127 di Kecamatan Puncu, fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur desa, peningkatan kapasitas masyarakat, dan upaya penurunan stunting.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kolaborasi Pemkab dan TNI Sukseskan TMMD 2026 Kediri, Pacu Pembangunan dan Penurunan Stunting
Pemerintah Kabupaten Kediri bersama TNI menggelar TMMD 2026 Kediri ke-127 di Kecamatan Puncu, fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur desa, peningkatan kapasitas masyarakat, dan upaya penurunan stunting. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Kediri berkolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mulai Rabu, 11 Februari 2026. TMMD bertujuan mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara komprehensif.

Wakil Bupati Kediri, Dewi Maria Ulfa, menyatakan bahwa TMMD merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor yang strategis untuk mempercepat pembangunan desa. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung pada aktivitas ekonomi lokal serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah sasaran.

Fokus utama TMMD 2026 ini mencakup pembangunan infrastruktur dasar serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Berbagai kegiatan fisik dan non-fisik terintegrasi untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk inisiatif penting seperti penurunan angka stunting di Kabupaten Kediri.

Fokus Pembangunan Infrastruktur TMMD

Dalam TMMD ke-127 tahun 2026, pembangunan infrastruktur dasar menjadi prioritas utama untuk mendukung mobilitas dan perekonomian warga. Salah satu target fisik yang signifikan adalah pembangunan jalan tembus. Jalan ini menghubungkan Dusun Sumber Bahagia menuju Dusun Kapasan sepanjang 1.657 meter, vital untuk aksesibilitas.

Selain pembangunan jalan, program ini juga menyasar peningkatan kualitas hunian dan fasilitas ibadah. Sebanyak 10 unit rumah tidak layak huni direnovasi untuk memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi warga. Satu unit mushalla juga mendapatkan renovasi, serta empat bangunan sekolah dicat ulang untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman.

Pembangunan infrastruktur ini dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat. Percepatan pembangunan diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan akses terhadap layanan publik serta fasilitas dasar yang memadai.

Program Unggulan TNI AD dan Pemberdayaan Masyarakat

Program unggulan TNI Angkatan Darat turut mewarnai kegiatan TMMD 2026 Kediri dengan berbagai inisiatif strategis. Lima titik sumur bor baru dibangun untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Renovasi 20 unit MCK (Mandi, Cuci, Kakus) juga dilakukan untuk meningkatkan sanitasi lingkungan.

Aspek lingkungan dan ketahanan pangan juga menjadi perhatian serius dalam program TMMD ini. Kegiatan penghijauan dilakukan dengan penanaman 1.000 bibit tanaman di berbagai lokasi. Selain itu, penguatan ketahanan pangan diwujudkan melalui penanaman jagung seluas satu hektare, mendukung kemandirian pangan lokal.

Selain pembangunan fisik, TMMD juga fokus pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Inisiatif ini dirancang untuk memberdayakan warga dengan pengetahuan dan keterampilan baru, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa sasaran.

Peran Disdagin dalam Pencegahan Stunting

Salah satu kolaborasi penting dalam TMMD 2026 Kediri adalah dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri. Kolaborasi ini berfokus pada upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di wilayah tersebut. Kegiatan pengolahan makanan sehat menjadi salah satu program unggulan yang dilaksanakan.

Kepala Disdagin Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menjelaskan detail edukasi yang diberikan kepada masyarakat. Selain mengajarkan pengolahan pangan sehat, sosialisasi fortifikasi pangan juga menjadi bagian integral dari program ini. Fortifikasi pangan adalah penambahan zat esensial seperti vitamin dan mineral ke dalam bahan makanan pokok.

Contoh fortifikasi yang disosialisasikan adalah fortifikasi garam dengan yodium, yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu hamil. Namun, Tutik Purwaningsih menekankan pentingnya konsumsi sesuai takaran yang dianjurkan. Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk Tim Penggerak PKK, Persit Kartika Chandra Kirana, kader posyandu, kader KB, hingga keluarga berisiko stunting.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi