Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, terus mematangkan rencana strategis pembangunan Workshop Balai Latihan Kerja (BLK) di Muara Teweh. Langkah ini merupakan bagian dari upaya signifikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah tersebut.
Pembangunan BLK ini adalah wujud nyata komitmen kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara melalui program unggulan “11–12 Gaspoll”. Program ini berorientasi pada percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Untuk mempercepat realisasi proyek ini, peninjauan lapangan sejumlah alternatif lokasi lahan telah dilakukan di kawasan Jalan Pendreh, sekitar area perusahaan daerah. Proses ini menjadi krusial dalam pemetaan dan penentuan lahan potensial.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Pemkab Barito Utara Tingkatkan SDM
Pembangunan Workshop BLK merupakan bagian integral dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Barito Utara untuk meningkatkan kualitas SDM. Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y Tingan, menegaskan bahwa pihaknya ingin menciptakan tenaga kerja yang memiliki kompetensi utuh.
Kompetensi yang dimaksud mencakup pengetahuan, keterampilan, maupun sikap atau attitude yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Hal ini penting untuk memastikan lulusan BLK siap bersaing di pasar kerja.
Felix Sonadie Y Tingan berharap keberadaan Workshop BLK nantinya mampu menjadi pusat pelatihan kerja yang adaptif terhadap perkembangan industri. Fasilitas ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan yang dinamis di daerah.
Advertisement
Advertisement
Proses Penentuan Lokasi Pembangunan BLK
Peninjauan lapangan untuk lokasi pembangunan BLK turut didampingi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Nakertranskop UKM) Barito Utara M. Mastur, Kabid Ketenagakerjaan Ronald Aprianto, Kabid Aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) Pardos Tigor, serta Kepala BLK Barito Utara Akurnadi.
Wakil Bupati menyatakan bahwa peninjauan ini menjadi langkah krusial dalam proses pemetaan dan penentuan lahan potensial. Tujuannya adalah agar pembangunan sarana pelatihan kerja tersebut dapat berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan daerah.
Dalam peninjauan tersebut, Bidang Aset BPKA setempat melakukan identifikasi fisik lahan dengan memadukan pengecekan langsung di lapangan serta telaah peta digital melalui aplikasi seluler. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keakuratan data luas dan status lahan aset milik pemerintah daerah.
Advertisement
Tim peninjau di lokasi menjelaskan, “Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan legalitas lahan serta menganalisis aksesibilitas dan utilitas pendukung lainnya. Seluruh data visual juga telah kami dokumentasikan sebagai bahan kajian teknis.”
Advertisement
Langkah Selanjutnya dan Harapan Daerah
Kepala Dinas Nakertranskop UKM Barito Utara, M. Mastur, menyampaikan bahwa hasil peninjauan lapangan ini akan segera dibahas lebih lanjut. Pembahasan akan dilakukan dalam forum rapat koordinasi lintas perangkat daerah yang melibatkan berbagai pihak terkait.
Mastur menjelaskan, “Hasil peninjauan hari ini akan kami bawa ke rapat koordinasi bersama Disnakertranskop UKM, BPKA, dan Dinas PUPR.” Rapat tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah percepatan pembangunan fisik Workshop BLK ke tahap berikutnya.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat. Dukungan ini krusial agar proyek strategis pembangunan BLK ini dapat segera terealisasi dengan lancar dan sukses.
Advertisement
Realisasi BLK ini diharapkan dapat mewujudkan Barito Utara yang Maju, Tumbuh Pesat, Sejahtera, dan Berkeadilan melalui penguatan kualitas SDM. Ini sejalan dengan visi pembangunan daerah jangka panjang.
Sumber: AntaraNews