DKUKMPP Kotim Tawarkan Solusi Darurat Penanganan Sampah Pasar, Perkuat Komitmen Penanganan Sampah Kotim

Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kotim tawarkan solusi darurat penanganan sampah di Pusat Perbelanjaan Mentaya Sampit. Ini langkah konkret untuk Penanganan Sampah Kotim dan mengatasi tumpukan sampah pasar y

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DKUKMPP Kotim Tawarkan Solusi Darurat Penanganan Sampah Pasar, Perkuat Komitmen Penanganan Sampah Kotim
Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kotim tawarkan solusi darurat penanganan sampah di Pusat Perbelanjaan Mentaya Sampit. Ini langkah konkret untuk Penanganan Sampah Kotim dan mengatasi tumpukan sampah pasar y (AntaraNews)

Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kotawaringin Timur (Kotim) mengambil langkah proaktif dalam menanggapi permasalahan tumpukan sampah di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM). Solusi darurat atau jangka pendek ini diharapkan mampu mengatasi kondisi yang kembali menjadi sorotan publik. Kepala DKUKMPP Kotim, Johny Tangkere, menyatakan kesiapan pihaknya untuk memberikan bantuan personel sebagai upaya awal.

Inisiatif ini muncul setelah tumpukan sampah di pasar tradisional terbesar di Sampit tersebut kembali menjadi perbincangan masyarakat. Sampah basah, khususnya dari aktivitas di Pasar Ikan Mentaya dan PPM, menumpuk karena kontainer milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat mengalami kerusakan. Kondisi ini menghambat proses pengangkutan sampah secara optimal.

Johny Tangkere menegaskan bahwa DKUKMPP Kotim siap bergotong royong, meskipun penanganan sampah bukan merupakan tugas pokok dinasnya. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pasar dan kenyamanan pedagang serta pengunjung. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam Penanganan Sampah Kotim.

Solusi Gotong Royong Atasi Masalah Penanganan Sampah Kotim

Kepala DKUKMPP Kotim, Johny Tangkere, menjelaskan bahwa pihaknya akan menyiapkan dua petugas keamanan setiap hari untuk membantu mengangkat sampah ke truk. "Kami akan menyiapkan dua petugas dari security kami setiap hari untuk membantu mengangkat sampah ke truk. Kita gotong royong, walaupun ini bukan tugas pokok kami. Ini solusi jangka pendek," ujar Johny di Sampit, Sabtu.

Penumpukan sampah terjadi karena kontainer milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim mengalami kerusakan pada bagian pengait, sehingga tidak dapat digunakan untuk mengangkut sampah. Johny mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala DLH Kotim, Marjuki, namun DLH menyatakan adanya keterbatasan personel dan anggaran. Keterbatasan ini meliputi perbaikan atau penggantian kontainer, serta penempatan petugas khusus untuk penanganan sampah pasar.

Meskipun demikian, Johny menegaskan bahwa bantuan personel dari DKUKMPP Kotim bersifat sementara dan hanya membantu. "Gotong royong ini solusi sambil menunggu perbaikan kontainer. Tapi petugas kami sifatnya hanya membantu, bukan kewajiban. Harus ada petugas dari DLH juga," tegasnya. Hal ini menunjukkan bahwa solusi jangka panjang tetap memerlukan peran aktif dari DLH Kotim dalam Penanganan Sampah Kotim.

Tanggung Jawab dan Kebutuhan Mendesak Pengelolaan Sampah Pasar

Johny mengingatkan bahwa Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) adalah aset pemerintah daerah, dan pedagang telah membayar retribusi pasar serta kebersihan yang masuk ke kas daerah. Oleh karena itu, tanggung jawab utama pengangkutan sampah berada di bawah tugas pokok dan fungsi (tupoksi) DLH Kotim. Ini menjadi poin penting dalam diskusi mengenai Penanganan Sampah Kotim secara menyeluruh.

DKUKMPP Kotim menyatakan kesiapan untuk mengambil alih tanggung jawab penuh jika DLH tidak sanggup dan ada keputusan serta perintah yang jelas dari pemerintah daerah. "Jika sejak awal diputuskan DLH tidak sanggup dan diserahkan ke kami, kami siap. Tapi harus ada keputusan dan perintah yang jelas, agar kami bisa mengajukan pengadaan truk sampah. Ini kebutuhan pokok pasar," ungkap Johny. Pengadaan truk sampah menjadi krusial untuk operasional yang efektif.

Johny Tangkere menekankan bahwa operasional truk pengangkut sampah untuk PPM adalah kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi. Dia juga menyerukan agar semua pihak fokus pada pencarian dan pelaksanaan solusi, bukan saling menyalahkan. "Tidak boleh saling menyalahkan. Kami siap membantu meskipun bukan tupoksi kami. Kita gotong royong karena PPM ini milik pemerintah daerah," pungkas Johny Tangkere, menegaskan komitmen DKUKMPP dalam Penanganan Sampah Kotim.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi