Pemkab Banyuwangi Bentuk Satgas Jalan Berlubang, Targetkan Perbaikan Rampung Sebelum Lebaran 2026

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membentuk Satgas Jalan Berlubang untuk mempercepat perbaikan ruas jalan rusak, demi kenyamanan berkendara masyarakat menjelang Lebaran 2026.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Banyuwangi Bentuk Satgas Jalan Berlubang, Targetkan Perbaikan Rampung Sebelum Lebaran 2026
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membentuk Satgas Jalan Berlubang untuk mempercepat perbaikan ruas jalan rusak, demi kenyamanan berkendara masyarakat menjelang Lebaran 2026. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menangani perbaikan jalan rusak dan berlubang di seluruh wilayahnya. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya serius pemerintah daerah untuk meningkatkan kenyamanan serta keamanan masyarakat dalam berkendara sehari-hari. Pembentukan satgas ini diharapkan mampu mempercepat proses perbaikan infrastruktur jalan yang vital bagi mobilitas warga.

Asisten Administrasi Umum Pemkab Banyuwangi, Budi Santoso, pada Kamis (05/2), menjelaskan bahwa perbaikan jalan ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Target penyelesaian seluruh perbaikan jalan berlubang ditetapkan sebelum momentum Lebaran 2026 tiba. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan pemudik maupun masyarakat lokal selama periode tersebut.

Satgas yang baru dibentuk ini akan menyisir sejumlah ruas jalan utama, baik di perkotaan maupun di pedesaan, yang teridentifikasi mengalami kerusakan. Fokus utama adalah pada area dengan tingkat lalu lintas yang tinggi dan sering dikeluhkan masyarakat. Inisiatif ini mencerminkan komitmen Pemkab Banyuwangi untuk merespons cepat keluhan warga terkait kondisi jalan.

Struktur dan Jangkauan Satgas Perbaikan Jalan

Satgas jalan berlubang di Banyuwangi dibentuk dengan struktur yang terorganisir untuk memastikan efektivitas kerja di lapangan. Menurut Budi Santoso, satgas ini dibagi menjadi empat Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang mencakup UPTD Banyuwangi, Rogojampi, Genteng, dan Bangorejo. Pembagian wilayah kerja ini bertujuan agar setiap unit dapat bergerak lebih cepat dan menjangkau area yang lebih luas secara simultan.

Setiap UPTD memiliki tanggung jawab untuk mengidentifikasi dan melakukan perbaikan di area masing-masing, memastikan tidak ada wilayah yang terlewatkan. Ruas jalan yang telah disisir oleh Satgas meliputi area perkotaan seperti Jalan Kepiting, Kolonel Sugiono, MT Haryono, Imam Bonjol, Kartini, Sayuwiwit, D.I Panjaitan, dan MH Thamrin. Fokus awal ini menunjukkan komitmen terhadap perbaikan di pusat-pusat aktivitas masyarakat.

Perbaikan jalan terus dilakukan di berbagai titik di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini, dengan target yang ambisius. Hingga saat ini, hampir 150 titik jalan telah dilakukan perbaikan oleh tim satgas. Jumlah ini menunjukkan skala pekerjaan yang besar dan kecepatan respons yang diterapkan oleh Pemkab Banyuwangi dalam mengatasi masalah jalan rusak.

Prioritas dan Metode Perbaikan Jalan

Pemkab Banyuwangi menetapkan prioritas perbaikan jalan pada ruas-ruas protokol dan jalan dengan volume lalu lintas tinggi. Pemilihan prioritas ini didasarkan pada pertimbangan dampak terhadap mobilitas dan ekonomi masyarakat. Jalan-jalan utama yang menjadi akses vital bagi warga dan distribusi barang menjadi fokus utama untuk segera diperbaiki guna meminimalkan hambatan.

Metode perbaikan yang digunakan oleh Satgas adalah penambalan menggunakan material hotmix. Penggunaan hotmix dipilih karena dikenal memiliki kualitas yang baik dan daya tahan yang kuat, sehingga diharapkan perbaikan dapat bertahan lebih lama. Penambalan dengan hotmix juga memungkinkan proses perbaikan yang lebih cepat dan efisien, mengurangi waktu penutupan jalan.

Penerapan metode ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Banyuwangi untuk memberikan solusi jangka panjang terhadap masalah jalan berlubang. Dengan kualitas material yang terjamin, diharapkan frekuensi kerusakan jalan dapat berkurang secara signifikan. Hal ini juga sejalan dengan tujuan untuk meningkatkan standar infrastruktur jalan di seluruh Banyuwangi.

Faktor Pemicu dan Komitmen Satgas

Salah satu faktor utama yang memicu timbulnya jalan berlubang, khususnya di Banyuwangi, adalah curah hujan yang tinggi. Curah hujan ekstrem menyebabkan genangan air yang kemudian mengikis sedimen aspal jalan, mempercepat kerusakan. Pemahaman terhadap penyebab ini membantu Satgas dalam merencanakan langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang lebih efektif di masa mendatang.

Budi Santoso menegaskan bahwa tim Satgas akan selalu siaga dan siap bergerak ketika ada laporan mengenai jalan berlubang. Respons cepat ini menjadi kunci untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan potensi bahaya bagi pengguna jalan. Sistem pelaporan yang efektif dan tanggap darurat menjadi bagian integral dari strategi kerja Satgas.

Target utama dari seluruh upaya perbaikan ini adalah memastikan seluruh jalan berlubang dapat terjangkau dan diperbaiki. Pemkab Banyuwangi berkomitmen menekan sekecil mungkin faktor kecelakaan yang diakibatkan oleh kondisi jalan rusak. Komitmen ini mencerminkan fokus pemerintah daerah pada keselamatan, kenyamanan, dan keamanan bagi seluruh masyarakat pengguna jalan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi