Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat dan wisatawan. Mereka diminta untuk tidak mendekati kawah Tompaluan Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Peringatan ini menyusul adanya peningkatan aktivitas kegempaan gunung api tersebut.
Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Lokon, Armando Manguleh, menyatakan bahwa tingkat aktivitas Gunung Lokon saat ini berada pada Level II (Waspada). Status ini berlaku berdasarkan laporan pengamatan terbaru tanggal 4 Februari 2026. Imbauan ini bertujuan untuk menjaga keselamatan warga sekitar dan pengunjung.
Rekomendasi tersebut secara spesifik melarang aktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari kawah Tompaluan, yang merupakan pusat aktivitas gunung. Masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap potensi bahaya lain yang mungkin timbul akibat aktivitas gunung api.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Aktivitas Gunung Lokon dan Status Waspada
Gunung Lokon, yang terletak di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, kini berstatus Level II (Waspada) setelah sebelumnya berada di Level III (Siaga). Penurunan status ini dilakukan oleh Kementerian ESDM pada 21 Oktober 2025 pukul 12:00 WITA. Meskipun demikian, aktivitas kegempaan gunung api ini menunjukkan peningkatan yang perlu diwaspadai oleh semua pihak.
Peningkatan aktivitas kegempaan menjadi alasan utama Badan Geologi mengeluarkan peringatan keras ini. Masyarakat dan wisatawan diharapkan tidak mendekati area kawah Tompaluan. Radius aman yang direkomendasikan adalah 1,5 kilometer dari pusat aktivitas gunung tersebut, untuk menghindari risiko langsung.
Imbauan ini disampaikan oleh Armando Manguleh, Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Lokon, dalam laporan pengamatan terbarunya. Laporan yang dibagikan pada 4 Februari 2026 menjadi dasar dari rekomendasi keselamatan ini. Keselamatan publik menjadi prioritas utama dalam menghadapi potensi bahaya gunung berapi yang tidak terduga.
Advertisement
Advertisement
Imbauan Keselamatan dan Potensi Bahaya Lain
Selain larangan mendekati kawah, masyarakat juga diberikan imbauan khusus saat terjadi letusan atau hujan abu. Disarankan agar tetap berada di dalam rumah untuk menghindari paparan langsung abu vulkanik. Langkah ini sangat penting untuk melindungi kesehatan pernapasan dan mata dari partikel berbahaya.
Apabila terpaksa berada di luar rumah, penggunaan pelindung sangat dianjurkan. Masyarakat disarankan memakai masker untuk melindungi hidung dan mulut dari abu. Kacamata juga direkomendasikan untuk melindungi mata dari iritasi dan gangguan penglihatan akibat abu vulkanik.
Waspada terhadap potensi lahar juga menjadi perhatian penting, terutama saat musim hujan. Lahar dapat mengalir melalui sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon. Oleh karena itu, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai diminta untuk selalu siaga dan mengikuti informasi terbaru dari pihak berwenang.
Advertisement
Advertisement
Detail Data Kegempaan Terkini di Lokon
Periode pengamatan terbaru mencatat beberapa jenis aktivitas kegempaan yang signifikan di Gunung Lokon. Gempa embusan terekam sebanyak dua kali dengan amplitudo 20-38 milimeter. Durasi gempa embusan ini berlangsung antara 22 hingga 30 detik, menunjukkan adanya pelepasan gas dari dalam gunung.
Selain itu, dua kali gempa vulkanik dalam juga terdeteksi dengan amplitudo 8-37 milimeter. Gempa ini memiliki selisih waktu S-P antara 0.3-0.8 detik dan durasi 6-11 detik. Keberadaan gempa vulkanik dalam mengindikasikan pergerakan magma di bawah permukaan gunung.
Tiga kali gempa tektonik jauh juga tercatat, dengan amplitudo 4-10 milimeter. Meskipun S-P tidak terbaca, durasi gempa ini cukup lama, yaitu antara 50 hingga 90 detik. Data kegempaan ini menjadi indikator penting dalam pemantauan aktivitas Gunung Lokon secara keseluruhan dan menjadi dasar pengambilan keputusan mitigasi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews