Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Gorontalo Dr. Hasri Ainun Habibie di Limboto, Kabupaten Gorontalo, kini tengah dipersiapkan untuk menjadi Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) program pendidikan spesialis penyakit dalam. Persiapan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran serta pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Inisiatif strategis ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam memajukan sektor kesehatan lokal.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, dr. Anang S Otoluwa, menyampaikan bahwa pertemuan penting telah digelar pada Rabu, 4 Februari 2026, sebagai tindak lanjut dari rapat awal di Januari 2026. Pertemuan tersebut fokus pada aspek sumber daya manusia, sarana prasarana, dan tata kelola pendidikan klinik. Berbagai pihak terkait hadir dalam diskusi ini, termasuk perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Gorontalo.
Persiapan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan rumah sakit sesuai standar rumah sakit pendidikan. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie sebagai pusat rujukan unggulan. Pembentukan RSPPU Penyakit Dalam akan membawa dampak positif signifikan bagi pengembangan tenaga medis spesialis di Gorontalo.
Advertisement
Advertisement
Mempercepat Pembentukan RSPPU Penyakit Dalam
Dr. Anang S Otoluwa menguraikan tiga langkah awal prioritas dalam percepatan pembentukan RSPPU Penyakit Dalam. Langkah pertama adalah pembentukan tim percepatan pelaksanaan yang melibatkan lintas sektor terkait. Tim ini akan menjadi motor penggerak utama dalam seluruh proses persiapan.
Selanjutnya, penyusunan rencana serta tahapan pelaksanaan yang terstruktur dan terukur menjadi krusial. Perencanaan yang matang akan memastikan setiap tahapan berjalan efektif dan efisien. Langkah ketiga adalah penyelenggaraan lokakarya dengan melibatkan seluruh unsur Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (UNHAS) sebagai mitra.
Berdasarkan asesmen awal, RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie masih memerlukan persiapan, terutama dari aspek kesiapan SDM, baik dokter spesialis, dokter pendidik klinis, maupun tenaga pendukung. Pemenuhan sarana dan prasarana juga menjadi fokus utama agar sesuai standar rumah sakit pendidikan.
Advertisement
Advertisement
Penguatan SDM dan Sarana Penunjang Pendidikan
Ketua PAPDI Provinsi Gorontalo, Taufik Ramadhan Biya, menyoroti beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan untuk program studi baru dokter spesialis penyakit dalam. Kesiapan kurikulum, SDM, serta sarana dan prasarana pendukung pendidikan adalah standar utama dalam penyelenggaraan RSPPU. Hal ini krusial untuk menjamin kualitas pendidikan yang akan diberikan.
Taufik juga mendorong anggota PAPDI di Gorontalo untuk mengambil pendidikan subspesialis sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas SDM pendidik klinik di daerah. Peningkatan kualifikasi tenaga medis akan berdampak langsung pada kualitas layanan.
Selain penguatan SDM, kelengkapan sarana dan prasarana penunjang pendidikan juga ditekankan, khususnya ketersediaan laboratorium yang lengkap dan mandiri. Laboratorium yang memadai akan memastikan pelaksanaan pendidikan RSPPU tidak bergantung pada pemeriksaan dari luar. Ke depan, rumah sakit ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai wahana pendidikan dokter spesialis penyakit dalam, tetapi juga sebagai pusat layanan rujukan unggulan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Gorontalo.
Advertisement
Sumber: AntaraNews