Begini Pentingnya Loyalitas dan Produktivitas Jadi Modal Utama Penggerak Organisasi

Pengalaman panjang di dunia kerja membentuk cara pandang para profesional terhadap makna loyalitas dan produktivitas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Begini Pentingnya Loyalitas dan Produktivitas Jadi Modal Utama Penggerak Organisasi
Begini Pentingnya Loyalitas dan Produktivitas Jadi Modal Utama Penggerak Organisasi (Merdeka.com)

Ikatan Alumni Sekolah Menengah Umum Negeri 5 Kota Tangerang Angkatan 2000 (IKA SMU Negeri 5 Kota Tangerang Angkatan 2000) resmi terbentuk 25 Januari 2026. Organisasi ini berkomitmen membantu pemerintah khususnya dalam menggenjot kualitas sumber daya manusia melalui perluasan akses pendidikan.

Pengalaman panjang di dunia kerja membentuk cara pandang para profesional terhadap makna loyalitas dan produktivitas. Nilai-nilai tersebut menjadi salah satu landasan dalam pembentukan

Suistanable Director PT Pratama Abadi Industri, Sigit Tuhu Prayitno, menilai loyalitas bukan sekadar lamanya masa pengabdian, melainkan komitmen untuk tumbuh dan memberi nilai tambah secara berkelanjutan. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun bekerja di satu perusahaan, ia memandang loyalitas lahir ketika individu merasa dihargai, dipercaya, dan memiliki ruang untuk berkembang.

"Kalau lingkungan kerja sehat dan nilai organisasi dijalankan secara konsisten, orang tidak hanya bertahan, tapi ingin ikut membesarkan institusi," ujar Sigit.

Menurutnya, loyalitas merupakan indikator paling nyata dari keberhasilan organisasi dalam membangun citra sebagai tempat kerja yang dipercaya. Loyalitas tidak dapat dipaksakan melalui aturan atau imbalan semata, melainkan tumbuh dari kepercayaan dan konsistensi nilai yang dijalankan organisasi.

"Loyalitas tidak lahir dari kewajiban, tapi dari kepercayaan. Ketika organisasi konsisten pada nilai dan memberi ruang tumbuh, orang akan bertahan dengan kesadaran sendiri," katanya.

Sigit menambahkan, prinsip tersebut relevan diterapkan dalam pengelolaan organisasi alumni. Organisasi alumni, menurutnya, perlu dikelola secara transparan, inklusif, dan berorientasi tujuan agar anggota tidak hanya tercatat secara administratif, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai bentuk kontribusi.

"Organisasi alumni pun harus dibangun dengan prinsip yang sama seperti organisasi profesional: jelas arahnya, adil tata kelolanya, dan memberi makna bagi anggotanya," ujarnya.

Sigit menegaskan, keberhasilan sebuah organisasi, termasuk ikatan alumni, sangat ditentukan oleh konsistensi nilai dan keterlibatan anggotanya. "Organisasi yang kuat itu dibangun dari dalam. Kalau alumninya merasa memiliki, organisasi alumni akan hidup dan berkelanjutan,” ujarnya.

Hubungan dengan Produktivitas

IKA SMU Negeri 5 Kota Tangerang Angkatan 2000
IKA SMU Negeri 5 Kota Tangerang Angkatan 2000 istimewa

Pandangan tersebut kemudian dilengkapi oleh Paint Formulator PT Global Kurnia Indotama, Agung Raharjo, yang juga telah mengabdi lebih dari dua dekade di perusahaannya. Ia menilai loyalitas memiliki hubungan langsung dengan produktivitas. Karyawan yang memiliki rasa memiliki terhadap organisasi akan bekerja melampaui target formal, menjaga kualitas, serta ikut mentransfer pengetahuan kepada generasi berikutnya.

"Produktivitas jangka panjang tidak bisa dipisahkan dari rasa aman dan kepercayaan. Ketika seseorang merasa dihargai, dia akan menjaga kualitas kerja dan reputasi institusi," kata Agung.

Menurut Agung, loyalitas merupakan fondasi produktivitas yang berkelanjutan. Lingkungan kerja yang memberikan pengakuan dan rasa aman akan mendorong kontribusi yang konsisten, tidak hanya dalam bentuk output, tetapi juga dalam menjaga nilai dan standar kualitas.

"Produktivitas yang berkelanjutan hanya mungkin terjadi jika ada loyalitas. Orang yang loyal tidak bekerja setengah hati, karena yang dijaga bukan hanya target, tetapi reputasi," ujarnya.

Semangat Pembentukan Organisasi

Ia menilai semangat tersebut selaras dengan pembentukan organisasi alumni. Alumni yang memiliki rasa memiliki terhadap almamater dan organisasi alumni akan lebih terdorong untuk berkolaborasi dan berkontribusi secara nyata. "Dalam organisasi alumni, rasa memiliki adalah kuncinya. Kalau alumni merasa dihargai dan dibutuhkan, kontribusi akan mengalir dengan sendirinya," katanya.

Dalam konteks ini, pembentukan IKA SMU Negeri 5 Kota Tangerang Angkatan 2000 dipandang sebagai upaya membangun citra kolektif alumni bahwa lulusan SMU Negeri 5 Kota Tangerang adalah pribadi-pribadi yang loyal, produktif, dan memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan institusi. Kisah alumni yang berkiprah puluhan tahun di dunia profesional menjadi narasi kuat yang mencerminkan nilai tersebut.

Adapun Ikatan Alumni SMU Negeri 5 Kota Tangerang Angkatan 2000 dibentuk dalam format presidium yang bersifat kolektif dan kolegial. Presidium ini terdiri dari sembilan anggota dengan latar belakang profesi yang beragam, mulai dari pengusaha, eksekutif muda, praktisi human resource development (HRD), aparatur sipil negara (PNS), pengabdi masyarakat, hingga praktisi media.

Rekomendasi