Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono menegaskan bahwa Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan Lalu Lintas merupakan garda terdepan dalam Pelayanan Publik Polri. Pernyataan ini disampaikannya saat menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi personel Lalu Lintas dan SPKT jajaran Polda Metro Jaya di Auditorium Mutiara STIK Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Minggu.
Menurut Dekananto, sebagian besar masyarakat datang ke kantor polisi dengan berbagai keperluan, sehingga sikap, tutur kata, dan komunikasi personel harus dijaga. Hal ini penting agar tidak menimbulkan rasa tidak nyaman atau melukai perasaan masyarakat yang mencari bantuan.
Bimtek ini dilaksanakan atas arahan Kapolda Metro Jaya sebagai upaya penguatan kapasitas personel. Langkah ini diambil menyusul dinamika perubahan perilaku masyarakat dan perkembangan situasi sosial yang bergerak cepat, menuntut kesiapan dan kesamaan langkah seluruh jajaran Polri.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Komunikasi dan Integritas dalam Pelayanan Polri
Dekananto menjelaskan bahwa perubahan masyarakat dan situasi saat ini berkembang sangat cepat. Oleh karena itu, seluruh jajaran Polri harus memiliki kesamaan cara bertindak, cara berkomunikasi, dan cara melayani masyarakat secara efektif.
Selain itu, Wakapolda juga mengingatkan pentingnya soliditas internal dan integritas personel dalam menjaga marwah institusi Polri. Beliau menekankan bahwa seluruh anggota harus bekerja secara jujur, bertanggung jawab, serta menghindari pelanggaran dalam bentuk apapun.
Integritas dan profesionalisme personel adalah kunci utama dalam memastikan bahwa setiap layanan yang diberikan mencerminkan standar tinggi yang diharapkan dari institusi kepolisian. Hal ini juga menjadi fondasi untuk membangun hubungan yang positif dengan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Membangun Kepercayaan Publik Melalui Prinsip 3S
Wakapolda Metro Jaya mengajak seluruh personel untuk membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang baik. Komunikasi yang santun serta penerapan prinsip 3S (senyum, sapa, salam) menjadi elemen krusial dalam interaksi sehari-hari dengan masyarakat.
Penerapan prinsip 3S secara konsisten dapat menciptakan suasana yang ramah dan pendekatan yang lebih humanis. Ini membantu masyarakat merasa lebih dihargai dan didengarkan saat berinteraksi dengan petugas kepolisian.
“Kita harus mengambil hati masyarakat. Dari situlah kepercayaan publik terhadap Polri akan tumbuh dan terus meningkat,” kata Dekananto. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kepercayaan adalah hasil dari pengalaman positif yang berkelanjutan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews