BPBD DKI Jakarta melaporkan bahwa banjir kembali merendam sembilan rukun tetangga (RT) serta satu ruas jalan di wilayah Jakarta Barat dan Utara pada Minggu pagi. Ketinggian air yang bervariasi antara 10 hingga 20 sentimeter ini secara signifikan mengganggu aktivitas harian dan mobilitas warga di area terdampak.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD, Mohamad Yohan, mengonfirmasi bahwa intensitas hujan tinggi menjadi pemicu utama genangan. Kondisi ini diperparah dengan meluapnya beberapa kali besar seperti Kali Semongol, Kali Angke, dan Kali Nagrak, yang tidak mampu menampung volume air hujan.
Akibat genangan air yang terus meningkat, sebanyak 350 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan. Mereka kini mengungsi di dua lokasi aman yang telah disiapkan, yaitu Masjid Nurul Jannah dan SD Robiatul Adawiyah, menunggu kondisi membaik.
Advertisement
Advertisement
Penyebab dan Dampak Banjir di Jakarta Barat
Di Jakarta Barat, laporan BPBD menunjukkan bahwa dua RT di Kelurahan Tegal Alur menjadi wilayah yang paling parah terdampak, dengan ketinggian air mencapai 20 cm. Fenomena ini sebagian besar disebabkan oleh luapan Kali Semongol, yang kapasitasnya tidak memadai untuk menampung curah hujan ekstrem.
Selain kawasan permukiman, Jalan Kamal Raya di Kelurahan Tegal Alur juga tidak luput dari genangan. Ruas jalan vital ini terendam air setinggi 15 cm, menciptakan hambatan serius bagi lalu lintas dan mobilitas warga yang hendak beraktivitas.
Mohamad Yohan menekankan bahwa curah hujan yang sangat deras dan berlangsung lama menjadi faktor dominan penyebab banjir di area ini. Pihak BPBD terus melakukan pemantauan ketat terhadap perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan cepat.
Advertisement
Advertisement
Kondisi Banjir di Jakarta Utara dan Upaya Penanganan
Sementara itu, di Jakarta Utara, tujuh RT juga dilaporkan terendam banjir, mencakup enam RT di Kelurahan Marunda dan satu RT di Kelurahan Kapuk Muara. Ketinggian air di wilayah ini tercatat sekitar 10 cm, meskipun lebih rendah, tetap mengganggu kehidupan sehari-hari.
Luapan Kali Angke dan Kali Nagrak diidentifikasi sebagai penyebab utama genangan di Jakarta Utara. Kedua kali tersebut meluap drastis akibat volume air hujan yang sangat tinggi, melebihi kapasitas normalnya.
Sebanyak 350 jiwa warga terdampak di kedua wilayah telah berhasil dievakuasi ke lokasi pengungsian. Rinciannya, 125 jiwa ditampung di Masjid Nurul Jannah dan 225 jiwa lainnya di SD Robiatul Adawiyah, di mana mereka menerima bantuan awal dan fasilitas dasar.
Advertisement
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Koordinasi terus dilakukan untuk memastikan bantuan dan penanganan dapat diberikan secara efektif kepada seluruh korban banjir.
Data terbaru dari BPBD DKI Jakarta hingga Minggu pagi menunjukkan rincian wilayah yang tergenang:
- Jakarta Barat: Dua RT di Kelurahan Tegal Alur, ketinggian air 20 cm.
- Jakarta Utara: Tujuh RT, terdiri dari enam RT di Kelurahan Marunda dan satu RT di Kelurahan Kapuk Muara, ketinggian air 10 cm.
- Ruas Jalan Terdampak: Jalan Kamal Raya, Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat, ketinggian 15 cm.
- Jumlah Pengungsi: Total 350 jiwa (125 jiwa di Masjid Nurul Jannah, 225 jiwa di SD Robiatul Adawiyah).
Advertisement
Sumber: AntaraNews