Polisi Sigap Evakuasi Warga Terdampak Banjir Kebon Pala, Ratusan Jiwa Mengungsi

Tim Ditpolairud Polda Metro Jaya bergerak cepat mengevakuasi warga terdampak Banjir Kebon Pala di Jakarta Timur, menyebabkan ratusan jiwa terpaksa mengungsi akibat genangan air setinggi dua meter.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polisi Sigap Evakuasi Warga Terdampak Banjir Kebon Pala, Ratusan Jiwa Mengungsi
Tim Ditpolairud Polda Metro Jaya bergerak cepat dalam evakuasi banjir Kebon Pala di Jakarta Timur, mengevakuasi puluhan warga saat ratusan lainnya mengungsi akibat luapan Kali Ciliwung. (AntaraNews)

Tim SAR Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya telah sigap membantu evakuasi warga yang terdampak banjir di Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Jumat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat di tengah genangan air yang cukup tinggi. Sedikitnya 54 warga berhasil dievakuasi menggunakan perahu karet dan skiff boat, dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan yang memadai.

Direktur Polairud Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Mustofa, menegaskan komitmen pihaknya untuk selalu hadir membantu masyarakat yang tertimpa bencana. Keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan darurat banjir. Personel Ditpolairud Polda Metro Jaya juga dipastikan tetap siaga dan terus memantau perkembangan situasi banjir di wilayah Jakarta Timur.

Banjir ini diketahui disebabkan oleh luapan Kali Ciliwung yang kembali merendam permukiman warga di Kelurahan Kampung Melayu. Ketinggian air mencapai hingga 225 sentimeter pada Jumat siang, memaksa 125 warga dari 31 kepala keluarga untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Upaya Evakuasi dan Penyelamatan Warga

Ditpolairud Polda Metro Jaya mengerahkan tim SAR untuk mengevakuasi warga Kebon Pala yang terjebak banjir. Mereka menggunakan perahu karet dan skiff boat untuk menjangkau rumah-rumah warga terdampak. Perlengkapan keselamatan juga disediakan guna memastikan proses evakuasi berjalan aman dan lancar bagi seluruh warga.

Kombes Pol. Mustofa menyatakan bahwa kehadiran polisi di lokasi bencana merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat. Prioritas utama dalam penanganan bencana adalah menjaga keselamatan jiwa warga. Seluruh personel juga diinstruksikan untuk tetap siaga penuh memantau kondisi banjir di Jakarta Timur.

Sebanyak 54 warga berhasil dievakuasi oleh tim Ditpolairud Polda Metro Jaya dari permukiman mereka. Evakuasi ini menjadi langkah krusial untuk melindungi warga dari risiko yang lebih besar akibat genangan air yang terus meningkat. Polisi terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Dampak Banjir dan Pengungsian Massal

Banjir di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, telah menyebabkan dampak signifikan bagi masyarakat. Ketinggian air mencapai hingga dua meter, merendam banyak rumah warga. Situasi ini memaksa ratusan jiwa untuk meninggalkan tempat tinggal mereka demi keselamatan.

Kepala Satuan Tugas Koordinator Wilayah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Timur, Ali Kojim, mengonfirmasi bahwa 125 warga telah mengungsi. Mereka berasal dari 31 kepala keluarga yang terdampak langsung oleh genangan air. Warga mengungsi ke dua bangunan sekolah, yakni SDN 01 dan SDN 02 Kampung Melayu, yang dijadikan posko pengungsian sementara.

Luapan Kali Ciliwung menjadi penyebab utama banjir yang melanda wilayah ini. BPBD Jakarta Timur terus memantau lokasi banjir dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk penanganan darurat. Kondisi ini memerlukan kewaspadaan tinggi dari warga mengingat potensi hujan masih dapat terjadi dan meningkatkan ketinggian air.

Imbauan Kewaspadaan dan Layanan Darurat

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat musim hujan masih berlangsung. Ketinggian air dapat kembali meningkat sewaktu-waktu, sehingga kesiapsiagaan sangat diperlukan. Informasi terkini mengenai perkembangan situasi banjir terus diperbarui oleh pihak berwenang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengingatkan masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan darurat kepolisian. Apabila membutuhkan pertolongan akibat banjir, warga dapat menghubungi nomor layanan 110. Layanan ini tersedia untuk memberikan bantuan cepat kepada siapa pun yang membutuhkan.

BPBD Jakarta Timur juga terus melakukan pemantauan intensif di lokasi banjir. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif. Warga diharapkan mengikuti arahan dari petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi