Dandim: Tidak Ada Wilayah Terisolasi Total, Percepat Pemulihan Akses Gayo Lues Pascabencana

Komandan Kodim 0113/Gayo Lues menegaskan tidak ada lagi wilayah terisolasi total pascabencana akhir November 2025, fokus pada Pemulihan Akses Gayo Lues melalui pembangunan infrastruktur darurat untuk mobilitas masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dandim: Tidak Ada Wilayah Terisolasi Total, Percepat Pemulihan Akses Gayo Lues Pascabencana
Komandan Kodim 0113/Gayo Lues menegaskan tidak ada lagi wilayah terisolasi total pascabencana akhir November 2025, fokus pada Pemulihan Akses Gayo Lues melalui pembangunan infrastruktur darurat untuk mobilitas masyarakat. (AntaraNews)

Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0113/Gayo Lues Letnan Kolonel Artileri Medan Fran Desiapan Eka Saputra menyatakan, saat ini sudah tidak ada wilayah yang terisolasi total di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Pernyataan ini disampaikan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda akhir November 2025. Upaya pemulihan akses Gayo Lues terus digencarkan oleh berbagai pihak terkait.

Sebelumnya, beberapa wilayah sempat terputus aksesnya akibat jembatan rangka baja yang hanyut terbawa arus. Namun, berkat kerja sama masyarakat, TNI, dan Polri, jembatan darurat berhasil dibangun. Ini merupakan langkah krusial untuk mengembalikan mobilitas warga dan distribusi logistik di daerah tersebut.

Komitmen TNI Angkatan Darat untuk memastikan tidak ada desa yang terisolasi terlalu lama telah membuahkan hasil signifikan. Pembangunan jembatan perintis menjadi solusi sementara sambil menunggu konstruksi jembatan permanen akan dibangun. Lokasi pembangunan hunian sementara (huntara) di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, menjadi saksi upaya pemulihan ini.

Upaya Pembukaan Akses dan Pembangunan Jembatan Darurat

Fran Desiapan Eka Saputra menjelaskan, wilayah yang sebelumnya terisolasi kini memiliki akses kembali berkat jembatan darurat. Jembatan ini dibangun setelah jembatan rangka baja yang menjadi penghubung utama hanyut. Kolaborasi antara masyarakat, TNI, dan Polri menjadi kunci keberhasilan upaya ini.

TNI Angkatan Darat juga telah mengambil inisiatif membangun jembatan perintis untuk menggantikan jembatan darurat. Meskipun jembatan darurat yang digunakan warga masih belum bisa dilewati kendaraan besar, jembatan perintis dirancang untuk mempermudah aktivitas masyarakat dengan mengakomodasi kendaraan bermotor.

Beberapa lokasi telah mendapatkan pembangunan jembatan perintis. “Yang sudah kemarin kami selesai di Putri Betung ada dua; di Palok sendiri ada satu yang sudah jadi; kemudian yang di Tripe Jaya ini sekarang ada dua sedang proses, sedang kita kerjakan,” tutur Fran memerinci jumlah jembatan perintis yang dibangun TNI. Ini menunjukkan progres nyata dalam Pemulihan Akses Gayo Lues.

Kendala dan Percepatan Pemulihan Infrastruktur

Bersamaan dengan pembangunan jembatan perintis, TNI AD sudah memulai survei lapangan berkaitan dengan rencana pembangunan jembatan aramco dan bailey di Gayo Lues. Langkah ini menunjukkan komitmen jangka panjang untuk memperkuat infrastruktur pascabencana.

Dandim mengakui, kendala utama untuk memulihkan infrastruktur Gayo Lues adalah keterbatasan alat berat karena akses jalan yang masih sulit begitu bencana terjadi. Kabupaten yang terdiri atas 11 kecamatan ini berlokasi di jantung pegunungan, membuatnya rentan terhadap isolasi logistik saat jalur utama terputus.

“Begitu jalan dari Aceh Tengah ke Gayo Lues terputus, Gayo Lues ke Aceh Tenggara terputus, itu kita terisolir untuk logistiknya, termasuk terisolir untuk mobilitas,” ucap Dandim. Beruntungnya, “Pertengahan Januari ini baru terbuka yang dari Kutacane sehingga barulah kemarin itu ada tiga alat berat TNI yang masuk dari Kasad, kemudian kemarin sore dari BPJN itu dua ekskavator juga sudah datang, rencana kita akan gerakkan semuanya untuk membantu percepatan pemulihan akses jalan,” imbuhnya.

Tantangan Akses ke Wilayah Terpencil

Kendati sudah tidak ada wilayah yang terisolasi total, Fran mengatakan masih ada akses jalan ke sejumlah wilayah di Gayo Lues yang terbilang sulit, seperti ke Kecamatan Pining. Upaya terus dilakukan untuk bisa membuka akses jalan tersebut.

“Kecamatan Pining sampai sekarang kami masih mengusahakan untuk bisa terbuka akses jalannya. Memang sudah terbuka, tetapi masih terbatas untuk muatan yang bisa dimuat. Jadi, sampai sekarang untuk akses Pining itu masih baru bisa kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat yang double gardan,” katanya. Kondisi ini menunjukkan bahwa Pemulihan Akses Gayo Lues masih menghadapi tantangan.

Keterbatasan akses ini menyebabkan pengiriman material untuk memperbaiki infrastruktur di Pining menjadi terkendala. Pihak berwenang terus mencari solusi agar material dapat didistribusikan secara efektif. Hal ini penting untuk memastikan seluruh wilayah Gayo Lues dapat pulih sepenuhnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi