Tim bola voli putra Surabaya Samator menunjukkan performa gemilang saat melibas Garuda Jaya dengan skor telak 3-0 dalam laga penutup putaran pertama Proliga 2026. Pertandingan sengit ini berlangsung di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik, Jawa Timur, pada Kamis petang, 29 Januari 2026.
Dominasi Surabaya Samator terlihat jelas sejak awal pertandingan, berhasil mengunci kemenangan dalam tiga set langsung dengan skor 25-17, 25-19, dan 25-23. Kemenangan ini menjadi bukti kekuatan tim yang semakin solid di lapangan.
Hasil positif ini merupakan kemenangan kedua bagi Surabaya Samator sepanjang putaran pertama Proliga 2026, sekaligus mengantarkan mereka naik ke peringkat ketiga klasemen sementara. Mereka berhasil menggusur Garuda Jaya yang memiliki nilai sama, namun kalah dalam rasio set.
Advertisement
Advertisement
Performa Gemilang Surabaya Samator di Proliga
Manajer Tim Surabaya Samator, Hadi Sampurno, mengungkapkan kepuasannya atas penampilan anak asuhnya. Ia menilai bahwa tim bermain cukup bagus dan minim melakukan kesalahan fatal sepanjang pertandingan. "Hari ini anak-anak bermain cukup bagus dan minim melakukan kesalahan. Kebetulan juga lawan sedang under perform," kata Hadi Sampurno usai pertandingan.
Dominasi Surabaya Samator sudah terlihat sejak set pertama, di mana penerimaan bola servis yang efektif memungkinkan setter asal Kuba, Lyvan Taboada, untuk mengatur serangan. Kombinasi serangan yang bervariasi ini berhasil memanjakan rekan-rekannya dan menghasilkan poin beruntun. Kemenangan 25-17 di set pertama menjadi fondasi kuat bagi tim.
Meskipun Garuda Jaya berusaha meningkatkan tempo dan memperbaiki kesalahan pada set kedua, Surabaya Samator tetap mampu meredam setiap serangan. Keunggulan mental dan strategi yang matang membuat Samator kembali memenangkan set kedua dengan skor 25-19. Laga ketat terjadi pada set ketiga, namun mental juara Samator berhasil mengakhiri perlawanan Garuda Jaya 25-23.
Advertisement
Rama Fazza Fauzan menjadi motor serangan utama Surabaya Samator dengan menyumbang 14 poin krusial. Dukungan juga datang dari Tedi Oka dengan 9 poin, serta Ageng Wardoyo dan Jordan Susanto yang masing-masing mencetak 8 dan 7 poin. Jordan Susanto, yang baru bergabung dua hari sebelum pertandingan, mengakui masih perlu adaptasi. "Saya baru dua hari bersama rekan-rekan di Samator, jadi secara permainan belum begitu padu," ujarnya.
Advertisement
Evaluasi Garuda Jaya Setelah Kekalahan
Di sisi lain, pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, mengakui bahwa timnya terlambat panas dan lebih banyak berada di bawah tekanan. Hal ini menyebabkan mereka gagal menampilkan performa terbaik seperti pada pertandingan sebelumnya. "Kalau dibanding laga sebelumnya saat mengalahkan Bhayangkara Presisi pekan lalu, permainan anak-anak hari ini jauh menurun," kata Nur Widayanto.
Widayanto menyoroti beberapa kelemahan timnya, termasuk seringnya melakukan kesalahan servis dan penyelesaian serangan yang tidak maksimal. Ia menambahkan bahwa banyak smes yang seharusnya bisa menjadi poin justru terblok oleh pertahanan rapat Surabaya Samator. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Garuda Jaya.
Kapten Tim Garuda Jaya, Dawuda Alahimassalam, juga mengakui kesulitan timnya untuk keluar dari tekanan lawan, terutama pada set pertama dan kedua. Ia menyebutkan bahwa timnya terlambat panas dan tidak mampu menemukan ritme permainan terbaik. Dawuda sendiri menjadi top skor bagi Garuda Jaya dengan 15 angka.
Advertisement
"Harus diakui permainan kami hari ini tidak sebagus sebelumnya. Ini akan kami evaluasi dan benahi untuk menghadapi laga berikutnya di putaran kedua," tegas Dawuda. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memperbaiki performa dan strategi menjelang putaran kedua Proliga 2026.
Sumber: AntaraNews