Pemerintah Kota Surabaya dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surabaya telah menandatangani nota kesepahaman penting. Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Pahlawan. Fokus utama kerja sama adalah Pemetaan Kesehatan Warga Surabaya hingga tingkat Rukun Warga (RW).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa inisiatif ini memperkuat upaya promotif dan preventif kesehatan. Pendekatan berbasis data dan sains akan digunakan untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan warga secara detail dan menyeluruh. Langkah ini diharapkan mampu mengatasi berbagai persoalan kesehatan dari akar rumput.
Kerja sama ini mencakup berbagai aspek kesehatan, mulai dari anak dan remaja, perempuan dan reproduksi, hingga penanganan penyakit tidak menular. Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) juga menjadi bagian penting dari program ini.
Advertisement
Advertisement
Fokus Kolaborasi dan Penyakit yang Ditangani
Kolaborasi antara Pemkot Surabaya dan IDI Cabang Surabaya ini diawali dengan pemetaan kondisi kesehatan warga di setiap RW. Pemetaan ini tidak hanya mengidentifikasi penyakit yang ada, tetapi juga kondisi kesehatan secara menyeluruh, seperti kasus stunting dan ibu dengan risiko tinggi. Pendekatan ini memastikan data yang terkumpul komprehensif.
Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan bahwa dari pemetaan tersebut, akan terlihat gambaran jelas mengenai masalah kesehatan yang dihadapi warga. Ini mencakup hipertensi, diabetes, penyakit jantung, serta isu kesehatan ibu dan anak. Data ini kemudian akan digunakan untuk membentuk klaster-klaster kesehatan yang spesifik di setiap RW.
Melalui telaah dan kajian mendalam dari IDI, Pemkot Surabaya dapat mengetahui sektor kesehatan mana yang paling membutuhkan perhatian. Informasi ini krusial untuk menyusun langkah-langkah penanganan yang tepat dan efektif. Tujuannya adalah menciptakan intervensi yang terarah.
Advertisement
Keberhasilan program ini akan diukur dari penurunan kunjungan warga ke rumah sakit dan puskesmas akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Wali Kota Eri menekankan bahwa tingginya angka kunjungan ke fasilitas kesehatan bukanlah indikator keberhasilan jika disebabkan oleh penyakit yang dapat dihindari.
Advertisement
Pendekatan Berbasis Data dan Sains untuk Kesehatan Optimal
Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa daerah yang baik adalah daerah dengan kunjungan rutin untuk pemeriksaan kesehatan, bukan karena sakit. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sehat dan upaya preventif berjalan dengan baik. Pemkot Surabaya menyadari tidak bisa bekerja sendiri dalam mewujudkan visi ini.
Oleh karena itu, Pemkot Surabaya sangat mengapresiasi gagasan dan dukungan dari IDI yang mendorong realisasi kolaborasi ini melalui penandatanganan MoU. Keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program kesehatan berskala kota.
Ketua IDI Cabang Surabaya, dr. Muhammad Shoifi, menyambut baik kerja sama ini, memuji keterbukaan dan visi besar Wali Kota Eri Cahyadi. Ia menilai bahwa visi tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Surabaya. Kolaborasi ini diharapkan membawa dampak positif yang signifikan.
Advertisement
IDI Cabang Surabaya, dengan sekitar 7.600 anggotanya yang terdiri dari guru besar, dokter spesialis, hingga mahasiswa kedokteran, siap mendukung program kesehatan Pemkot Surabaya. Potensi besar ini akan dikerahkan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Advertisement
Peran IDI dalam Implementasi Program
dr. Muhammad Shoifi menjelaskan bahwa IDI akan terlibat aktif mulai dari identifikasi masalah kesehatan hingga evaluasi program. Seluruh proses ini akan dilakukan berbasis data dan sains, menjangkau hingga tingkat RW. Pendekatan ini memastikan intervensi yang tepat sasaran.
Anggota IDI akan membantu dalam analisis solusi dan intervensi bersama seluruh pemangku kepentingan. Keterlibatan mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat Surabaya.
Program ini menargetkan berbagai penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, obesitas, penyakit degeneratif, dan kanker. Selain itu, upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) juga menjadi prioritas.
Advertisement
Dengan dukungan sumber daya manusia yang mumpuni dari IDI, program Pemetaan Kesehatan Warga Surabaya diharapkan memberikan hasil yang sangat baik. Ini akan berdampak positif pada kesehatan masyarakat Surabaya secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews