Longsor Cisarua Bandung Barat Capai 26 Hektare, Basarnas Sebut Aliran Material 2 Kilometer

Hasil pengukuran teranyar menunjukkan panjang aliran material longsor dari mahkota hingga lidah longsoran mencapai sekitar 2.009 meter.

Robby Bouceu
Oleh Robby Bouceu - Reporter
Longsor Cisarua Bandung Barat Capai 26 Hektare, Basarnas Sebut Aliran Material 2 Kilometer
Longsor Cisarua Bandung Barat Capai 26 Hektare, Basarnas Sebut Aliran Material 2 Kilometer (Merdeka.com)

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengungkap panjang, luas, dan kompleksitas area longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, jauh lebih besar dari perkiraan awal.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan hasil pengukuran teranyar menunjukkan panjang aliran material longsor dari mahkota hingga lidah longsoran mencapai sekitar 2.009 meter atau sekitar dua kilometer.

“Jarak pada saat diukur ternyata diketahui bahwa mahkota longsor awalnya diinformasikan titiknya sudah jelas. Ternyata pada saat cuaca bagus terbuka, ternyata ada dua mahkota,” kata Syafii saat ditemui di Posko SAR, Senin (26/1).

Mengikuti Alur Sungai

Longsor Cisarua Bandung Barat Capai 26 Hektare, Basarnas Sebut Aliran Material 2 Kilometer
Longsor Cisarua Bandung Barat Capai 26 Hektare, Basarnas Sebut Aliran Material 2 Kilometer Robby bouceu garnia

Syafii menjelaskan, material longsor semula mengalir mengikuti alur sungai yang memang sudah ada. Namun akibat sedimentasi dan tekanan material, aliran tersebut terpecah di beberapa tikungan, sehingga arah longsoran melebar ke berbagai sisi.

"Kita hanya bisa menentukan bahwa panjang dari mahkota satu mahkota yang sudah di kasih tanda dengan lidah dari longsoran ini mencapai dua ribu sembilan meter. Tapi tentunya itu bukan sesuatu yang akurat karena bisa ada yang melebar ke kiri ke kanan," ungkap dia.

Selain panjang, lebar longsoran juga terbilang dinamis. Berdasarkan pemantauan di lapangan, titik terlebar longsoran diperkirakan mencapai sekitar 140 meter.

"140 yang kira-kira yang terlebarnya," sebut dia.

Area Operasi Pencarian dan Pertolongan

Adapun soal luas area operasi pencarian dan pertolongan (SAR) disebut Syafii, mencapai lebih dari 26 hektare. Luasnya area ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR gabungan buat melakukan pencarian korban.

“Kalau melihat kondisi kedalaman dan sebaran material, area operasi SAR ini lebih dari 26 hektare,” ucap Syafii.

Ia menambahkan, dari amatan citra sebelum dan pascabencana, kawasan permukiman yang terdampak dihuni sedikitnya 34 kepala keluarga. Struktur wilayah permukiman tersebut juga memperumit pencarian.

"Dari gambar before after-nya itu sebenarnya antara rumah satu dengan rumah yang lain itu, jalan dengan rumah-rumah ini, atap-atap rumah ini, ada di bawah jalan. Sementara jalan itu pun saat ini juga sudah hampir ketutup. Di situ sebenarnya situasi yang ada,” jelas dia.

Tim SAR

Hingga kini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban hilang dengan mempertimbangkan faktor cuaca, keamanan personel, serta kondisi kontur tanah yang masih labil. Per (26/1) pukul 13.00 WIB hari tim kembali mengevakuasi sebanyak 4 bodypack dari lokasi longsor.

Kendati begitu, ia belum dapat mengungkap apakah 4 korban yang dievakuasi hari ini merupakan masyarakat sipil atau prajurit TNI yang dikabarkan sempat turut hilang dalam insiden longsor.

“Terkait dengan identifikasi korban, tentunya teman-teman tahu bukan ranahnya kita yang ada di Badan SAR Nasional,” katanya.

Rekomendasi