Denpasar, Bali – Tim gabungan dari Komando Armada II (Koarmada II) dan Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar berhasil mengungkap dugaan penjualan senjata ilegal di wilayah Denpasar. Operasi ini berujung pada penangkapan satu orang tersangka, ASR (33), seorang karyawan keamanan swasta yang terdaftar sebagai anggota komponen cadangan militer. Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan peredaran senjata api ilegal di Pulau Dewata yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
Juru Bicara Lanal Denpasar, Kapten Eko Mey, menjelaskan bahwa penangkapan tersangka dilakukan setelah pihak berwenang menerima informasi intelijen. Informasi tersebut mengaitkan ASR dengan jaringan distribusi senjata api ilegal di kawasan Bali. Penyelidikan mendalam dan pengawasan ketat menjadi kunci keberhasilan operasi ini.
Tersangka ASR, yang berasal dari Bandar Lampung, ditangkap pada Kamis, 22 Januari, di sebuah warung makan pinggir jalan di Padang Sambian, Denpasar Barat. Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan saat ASR tengah bersiap untuk makan. Keberhasilan operasi ini menunjukkan efektivitas deteksi dini dan pemantauan berkelanjutan yang dilakukan aparat keamanan.
Advertisement
Advertisement
Detail Penangkapan Jaringan Penjualan Senjata Ilegal
Penangkapan ASR merupakan hasil kerja keras tim gabungan yang melakukan pengawasan intensif. Informasi intelijen yang akurat memungkinkan aparat untuk melacak pergerakan tersangka. Setelah memastikan perannya dalam jaringan penjualan senjata ilegal, tim langsung bergerak melakukan penangkapan.
Tersangka ASR yang berusia 33 tahun adalah seorang karyawan keamanan swasta. Selain itu, ia juga tercatat sebagai anggota komponen cadangan militer, sebuah fakta yang menambah kompleksitas kasus ini. Penangkapan dilakukan di lokasi publik tanpa insiden, menunjukkan profesionalisme petugas di lapangan.
Menurut Kapten Eko Mey, operasi ini bertujuan mencegah ancaman keamanan yang dapat mengganggu ketertiban umum di Bali. Peredaran senjata ilegal menjadi perhatian serius mengingat potensi penyalahgunaannya untuk tindak kriminal. Oleh karena itu, pengungkapan jaringan ini sangat vital untuk menjaga kondusivitas wilayah.
Advertisement
Advertisement
Barang Bukti dan Koordinasi Penegakan Hukum
Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti yang signifikan. Barang bukti tersebut meliputi satu pucuk pistol rakitan jenis Sig Sauer, empat butir amunisi tajam kaliber 9 mm, dan satu buah soft gun. Penemuan ini mengindikasikan adanya aktivitas perakitan atau modifikasi senjata ilegal.
Selain senjata, aparat juga menyita atribut komponen cadangan, beberapa kartu ATM dari bank berbeda, serta satu unit iPhone 13 Pro Max milik tersangka. Seluruh barang bukti tersebut akan digunakan sebagai bahan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.
Pada Jumat, 23 Januari, tersangka beserta seluruh barang bukti telah diserahkan kepada Polresta Denpasar untuk proses hukum. Penyerahan ini dilakukan oleh Perwira Pelaksana Lanal Denpasar, Mayor I Nyoman Astawa Yasa, kepada Kepala Polresta Denpasar, Ajun Komisaris Besar Polisi Agus Adi Apriyoga.
Advertisement
Komandan Lanal Denpasar menegaskan bahwa penyerahan kasus ini mencerminkan koordinasi yang kuat antara TNI AL dan Kepolisian Republik Indonesia. Sinergi antarlembaga penegak hukum sangat penting dalam memberantas peredaran senjata api ilegal. Proses hukum selanjutnya sepenuhnya berada di bawah kewenangan kepolisian sesuai peraturan yang berlaku.
Advertisement
Pencegahan dan Peningkatan Kewaspadaan Masyarakat
TNI AL mengimbau seluruh personel dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap aktivitas mencurigakan. Setiap informasi mengenai dugaan tindak pidana, khususnya terkait penjualan senjata ilegal, diharapkan segera dilaporkan kepada aparat keamanan. Partisipasi aktif masyarakat sangat krusial dalam menjaga lingkungan yang aman dan tertib.
Arahan untuk memperkuat kerja sama dalam menghadapi ancaman keamanan datang langsung dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana Muhammad Ali. Perintah ini menekankan pentingnya kolaborasi antara TNI AL dan elemen masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan sistem pertahanan dan keamanan yang kokoh dari tingkat bawah hingga atas.
Peningkatan kewaspadaan dan pelaporan cepat dari masyarakat dapat membantu aparat dalam mencegah kejahatan sebelum terjadi. Keberhasilan pengungkapan kasus penjualan senjata ilegal ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara intelijen, penegakan hukum, dan dukungan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua.
Advertisement
Sumber: AntaraNews