Ratusan Prajurit TNI Bantu Pemulihan Pascabencana Longsor di Adiankoting, Fasilitas Umum Kembali Berfungsi

Ratusan Prajurit TNI diterjunkan bantu korban longsor di Adiankoting, Tapanuli Utara, fokus memulihkan fasilitas umum dan sosial yang terdampak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ratusan Prajurit TNI Bantu Pemulihan Pascabencana Longsor di Adiankoting, Fasilitas Umum Kembali Berfungsi
Ratusan Prajurit TNI diterjunkan bantu korban longsor di Adiankoting, Tapanuli Utara, fokus memulihkan fasilitas umum dan sosial yang terdampak. (AntaraNews)

Ratusan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 906/Sanalenggam diterjunkan langsung untuk membantu masyarakat memulihkan kondisi pascabencana. Mereka fokus memperbaiki berbagai fasilitas umum dan sosial yang rusak akibat longsor di Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara.

Sejak 11 Januari 2026, personel TNI secara aktif terlibat dalam upaya pembersihan material longsor yang menimbun jalan, rumah ibadah, kantor pemerintahan, serta rumah warga. Kegiatan ini merupakan bagian dari periode kedua bantuan kemanusiaan yang disalurkan oleh satuan tersebut di wilayah terdampak bencana.

Perwira Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Lettu CKM Suhendro menyatakan bahwa fokus utama adalah memastikan arus lalu lintas kembali lancar dan fasilitas publik dapat digunakan kembali oleh masyarakat. Upaya ini bertujuan mempercepat proses normalisasi kehidupan warga di empat desa yang paling parah terdampak.

Pengerahan Personel dan Lokasi Bantuan

Lettu CKM Suhendro menjelaskan, total 150 personel dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 906/Sanalenggam diturunkan dalam misi kemanusiaan ini. Para prajurit tersebut disebar ke empat desa di Kecamatan Adiankoting, yaitu Desa Lubuk Pining, Desa Dolok Nauli, Desa Sibalanga, dan Desa Pagaran Lambung I.

Sebanyak 100 personel secara spesifik ditempatkan di keempat desa tersebut untuk memaksimalkan cakupan bantuan dan percepatan pemulihan. Mereka bertugas membersihkan sisa-sisa material longsor yang menghambat akses dan merusak infrastruktur penting bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.

Meskipun telah bertugas sejak 11 Januari hingga 20 Januari 2026, sebagian personel masih berada di lokasi menunggu proses pergantian. Dedikasi prajurit TNI ini menunjukkan komitmen kuat dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam, memastikan bantuan terus berlanjut hingga kondisi membaik.

Pemulihan Fasilitas Umum dan Sosial

Sejak awal penugasan, prajurit TNI telah berhasil membersihkan berbagai fasilitas umum dari material longsor seperti tanah, batu, dan kayu. Material-material ini sebelumnya menutup akses jalan utama, mengganggu mobilitas warga serta distribusi logistik.

Selain jalan, rumah ibadah dan kantor pemerintahan yang sempat tertimbun material longsor juga menjadi prioritas pembersihan. Upaya ini memastikan aktivitas keagamaan dan pelayanan publik dapat kembali berjalan normal, mendukung pemulihan sosial dan spiritual masyarakat.

Tidak hanya itu, rumah-rumah warga yang terdampak longsor juga mendapat bantuan pembersihan, meringankan beban keluarga yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan parah. Petugas juga fokus membersihkan saluran air yang tertimbun material, secara bertahap mengembalikan fungsi drainase dan mencegah banjir susulan.

Apresiasi Masyarakat dan Data Korban Bencana

Kehadiran personel TNI mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat setempat, termasuk dari Pengurus Gereja HKBP Parsingkaman Desa Sibalanga, Pangihutan Hutagalung. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan pembersihan akses jalan dan area gereja yang kini sudah dapat digunakan kembali untuk beribadah. “Kami saksikan adik-adik TNI bekerja setiap hari membantu pembersihan gereja. Kami sangat terbantu,” kata Pangihutan Hutagalung.

Sebelumnya, 160 kepala keluarga rutin beribadah di gereja tersebut, namun sempat terpaksa dipindahkan akibat longsor yang terjadi. Kini, berkat bantuan TNI, kegiatan keagamaan dapat kembali dilakukan, memberikan ketenangan bagi jemaat yang terdampak.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Sumatera Utara (Pusdalops PB Sumut) per 22 Januari 2026, bencana banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut telah berdampak pada 14.033 jiwa dari 3.509 kepala keluarga. Data tersebut juga mencatat 36 korban meninggal dunia dan dua orang masih dinyatakan hilang, menunjukkan skala bencana yang signifikan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi