Lapas Wamena Gagalkan Percobaan Pelarian Tujuh Tahanan, Petugas Sigap Bertindak

Lapas Kelas II B Wamena berhasil gagalkan percobaan pelarian tujuh tahanan saat jam olahraga sore. Insiden percobaan pelarian tahanan Lapas Wamena ini melibatkan aksi panjat pagar dan respons cepat petugas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Lapas Wamena Gagalkan Percobaan Pelarian Tujuh Tahanan, Petugas Sigap Bertindak
Lapas Kelas II B Wamena berhasil gagalkan percobaan pelarian tujuh tahanan saat jam olahraga sore. Insiden percobaan pelarian tahanan Lapas Wamena ini melibatkan aksi panjat pagar dan respons cepat petugas. (AntaraNews)

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, berhasil menggagalkan upaya pelarian tujuh narapidana atau tahanan. Kejadian ini berlangsung pada Jumat, 23 Januari 2026, saat para warga binaan sedang menjalani jadwal olahraga sore.

Kepala Lapas Kelas II B Wamena, Yohanis Sabami, membenarkan adanya insiden percobaan pelarian tersebut. "Ia benar ada upaya pelarian dari narapidana atau tahanan di Lapas Kelas II B Wamena," ujarnya saat dikonfirmasi.

Tujuh narapidana yang terlibat dalam percobaan pelarian ini adalah Nikson Matuan, Oniel Elopere, Oroi Kossay, Soleman Elopere, Paul Asso, Iyoktogi Telenggen, dan Agus Lanny. Mereka semua berhasil diamankan kembali oleh petugas lapas.

Kronologi Upaya Pelarian Saat Jam Olahraga

Percobaan pelarian ini bermula sekitar pukul 15.00 hingga 17.00 WIT, waktu yang ditetapkan sebagai jadwal olahraga binaan mandiri bagi narapidana dan tahanan. Pada jam tersebut, warga binaan diizinkan keluar ke lapangan olahraga yang berada di tengah area Lapas Kelas II B Wamena.

Sekitar pukul 16.30 WIT, ketujuh narapidana tersebut memulai aksinya dengan memanjat pagar pertama, yaitu pagar ornames. Mereka memanfaatkan tempat wudhu Masjid yang berada di dalam lapas sebagai pijakan awal untuk memanjat.

Setelah berhasil melewati pagar pertama, para narapidana melanjutkan upaya mereka untuk memanjat pagar kedua. Mereka melakukannya dengan cara bergotong royong, saling bahu membahu untuk membantu satu sama lain mencapai puncak pagar.

Respons Cepat Petugas dan Penangkapan Tahanan

Namun, sebelum ketujuh narapidana berhasil memanjat pagar kedua sepenuhnya, personel penjagaan Lapas Kelas II B Wamena mengetahui rencana aksi percobaan pelarian tersebut. Petugas segera melakukan pengejaran terhadap para narapidana dan tahanan yang mencoba kabur.

Mengetahui adanya percobaan pelarian, personel penjagaan Lapas berteriak, yang kemudian memicu aksi saling kejar antara petugas dan narapidana di dalam area lapas. Meskipun demikian, salah seorang narapidana sempat berhasil memanjat pagar kedua.

Petugas penjagaan Lapas dengan sigap melakukan pengejaran terhadap narapidana yang berhasil melewati pagar kedua tersebut hingga ke area belakang luar Lapas Kelas II B Wamena. Narapidana tersebut akhirnya berhasil ditangkap dan segera diamankan di ruang sel yang berada di sebelah penjagaan Lapas.

Pada pukul 16.47 WIT, informasi mengenai percobaan pelarian ini diterima melalui handy talkie (HT). Merespons laporan tersebut, pukul 16.48 WIT, personel Satuan Intelkam Res Jayawijaya dan personel Busur Sat Reskrim Res Jayawijaya, yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Jayawijaya AKP Sugarda Buwana Trenggoro, segera melakukan quick response dan menuju Lapas Kelas II B di Jalan Hom-Hom Wamena untuk membantu penanganan situasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi