Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di pabrik Haleon Indonesia. Praktik ini dinilai sebagai langkah industri berkelanjutan yang selaras dengan agenda transisi energi nasional. BPOM berkomitmen untuk mendukung inisiatif serupa melalui berbagai kebijakan dan pengawasan yang ketat.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, di Jakarta pada Jumat, menyoroti bahwa keberlanjutan merupakan isu krusial di tengah kompleksitas tantangan global saat ini. Tantangan tersebut mencakup perubahan iklim, transformasi digital, serta kepentingan ekonomi nasional yang saling berkaitan. Industri kesehatan memiliki peran vital dalam menjaga kualitas hidup masyarakat luas.
Menurut Taruna, industri consumer health memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan ketersediaan produk yang tidak hanya aman dan bermutu, tetapi juga diproduksi secara berkelanjutan. Inisiatif pemanfaatan energi surya oleh Haleon Indonesia membuktikan bahwa inovasi teknologi dapat berjalan seiring dengan kepatuhan regulasi dan perlindungan lingkungan.
Advertisement
Advertisement
BPOM Dorong Praktik Industri Kesehatan Berkelanjutan
BPOM secara konsisten mendukung industri yang mengedepankan praktik produksi ramah lingkungan, khususnya di sektor kesehatan. Dukungan ini diwujudkan melalui kepastian regulasi, penerapan praktik pembuatan yang baik (Good Manufacturing Practices/GMP), hingga pengawasan yang mendorong inovasi bertanggung jawab.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengapresiasi langkah Haleon dalam memanfaatkan teknologi baru yang ramah lingkungan. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana industri kesehatan dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan sekaligus menjaga mutu serta keamanan produk.
Taruna berharap langkah progresif yang diambil oleh Haleon ini dapat diikuti oleh pelaku industri lainnya di Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi BPOM untuk menciptakan ekosistem industri yang tidak hanya kompetitif tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Detail dan Dampak Lingkungan PLTS Atap Haleon
PLTS Atap yang terpasang di pabrik Haleon Indonesia mencakup area seluas 2.382 meter persegi. Sistem ini dilengkapi dengan 678 panel fotovoltaik berteknologi monocrystalline silicon berdaya tinggi untuk efisiensi maksimal.
Dengan kapasitas terpasang sebesar 416,97 kilowatt peak (kWp), sistem ini diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 577.647 kilowatt hour (kWh) energi hijau setiap tahunnya. Energi bersih ini mampu menyuplai sekitar 15 persen dari total kebutuhan energi operasional pabrik.
Implementasi PLTS Atap ini diperkirakan dapat menurunkan emisi karbon hingga 449 ton CO₂ per tahun. Jumlah penurunan emisi ini setara dengan manfaat penyerapan karbon oleh lebih dari 7.460 pohon setiap tahunnya, menunjukkan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Haleon untuk Kesehatan dan Keberlanjutan
Presiden Direktur Haleon Indonesia, Dhanica Dumo Mae-Tiu, menyampaikan bahwa pemasangan PLTS Atap merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan. Komitmen ini bertujuan untuk menghadirkan kesehatan sehari-hari yang lebih baik, tidak hanya melalui produk tetapi juga melalui cara perusahaan beroperasi.
Dhanica menekankan bahwa tujuan Haleon adalah menghadirkan kesehatan sehari-hari yang lebih baik dengan menjunjung nilai kemanusiaan. Hal ini dimulai dari integritas cara perusahaan beroperasi, termasuk dalam praktik produksi yang bertanggung jawab.
Haleon berharap masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaat, tidak hanya dari efektivitas produk mereka, tetapi juga dari praktik produksi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di baliknya. Ini mencerminkan pendekatan holistik perusahaan terhadap kesehatan dan lingkungan.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Inovasi Hijau
Melalui peresmian PLTS Atap ini, BPOM menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan industri. Kolaborasi ini krusial dalam mendorong inovasi teknologi yang ramah lingkungan, khususnya di sektor kesehatan.
Tujuan bersama yang ingin dicapai adalah menciptakan industri yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan. Industri semacam ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas serta lingkungan secara global.
Sinergi antara regulasi pemerintah dan inisiatif industri seperti yang ditunjukkan Haleon menjadi kunci utama. Hal ini untuk mewujudkan masa depan energi yang lebih bersih dan produksi yang lebih bertanggung jawab di Indonesia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews