Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) telah menuntaskan pembangunan infrastruktur internet gratis di seluruh pelosok Kabupaten Mahakam Ulu. Pencapaian ini memastikan 50 desa di kabupaten termuda tersebut kini telah terhubung dengan jaringan internet.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa realisasi ini merupakan bagian dari program "Gratispol Internet Desa". Program ini menjadi visi utama Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji untuk memeratakan akses informasi di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Meskipun kewenangan telekomunikasi berada di pemerintah pusat sejak 2018, Pemprov Kaltim tetap mengambil langkah strategis melalui kebijakan Gubernur. Inisiatif ini bertujuan membantu kebutuhan masyarakat di kabupaten, mengingat internet telah menjadi kebutuhan dasar di era digital.
Advertisement
Advertisement
Pemerataan Akses Informasi Melalui "Gratispol Internet Desa"
Program "Gratispol Internet Desa" merupakan wujud komitmen Pemprov Kaltim dalam mengatasi kesenjangan digital, khususnya di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Inisiatif ini krusial mengingat penyedia layanan komersial seringkali kurang berminat berinvestasi di wilayah dengan populasi penduduk yang sedikit.
Muhammad Faisal menekankan bahwa internet bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan dasar yang menopang berbagai aktivitas warga. Oleh karena itu, pemerataan akses menjadi prioritas utama pemerintah daerah untuk mendukung kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat.
Hingga Desember 2025, data menunjukkan bahwa 802 dari total 841 desa di seluruh Kalimantan Timur telah terpasang fasilitas internet. Angka ini mencerminkan progres signifikan dalam upaya Pemprov Kaltim untuk memastikan konektivitas merata di seluruh wilayahnya.
Advertisement
Advertisement
Tantangan dan Optimalisasi Jaringan Internet di Mahakam Ulu
Secara khusus, seluruh 50 desa di Kabupaten Mahakam Ulu kini telah terlayani akses internet, baik menggunakan teknologi fiber optic maupun satelit. Titik akses internet ini difokuskan di kantor-kantor desa, bertujuan mendukung kelancaran pelayanan publik bagi masyarakat.
Masyarakat juga diberikan kesempatan untuk memanfaatkan jaringan WiFi tersebut di luar jam kerja, sehingga akses internet dapat dinikmati secara lebih luas. Faisal turut menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital agar pemanfaatan internet berdampak positif bagi ekonomi dan sosial warga.
Ketua Komisi I DPRD Mahakam Ulu, Martin Hat, mengapresiasi langkah Pemprov Kaltim namun memberikan catatan penting terkait stabilitas koneksi. Ia mengungkapkan, meskipun sudah terpasang, masih ada laporan gangguan jaringan atau koneksi tidak stabil di beberapa titik.
Advertisement
Audiensi antara Diskominfo Kaltim dan Komisi I DPRD Mahakam Ulu diharapkan memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan daerah. Tujuannya adalah memastikan pemanfaatan internet di wilayah perbatasan dan terpencil Mahakam Ulu tetap optimal dan berkelanjutan, mengatasi tantangan stabilitas jaringan yang ada.
Sumber: AntaraNews