Pengawasan Digital Program MBG Kalteng: Pemprov Jamin Gizi Anak Sekolah Lewat Aplikasi Pena Kalteng

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal dengan menerapkan pengawasan digital harian melalui aplikasi Pena Kalteng, menjamin pemenuhan gizi peserta didik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pengawasan Digital Program MBG Kalteng: Pemprov Jamin Gizi Anak Sekolah Lewat Aplikasi Pena Kalteng
Pemerintah Provinsi Kalteng berkomitmen penuh terhadap Pengawasan Digital MBG Kalteng. Melalui aplikasi Pena Kalteng, program Makan Bergizi Gratis dipantau real-time demi gizi optimal peserta didik. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan komitmennya dalam memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan digital harian diterapkan untuk menjamin pemenuhan gizi peserta didik di seluruh wilayah provinsi. Inisiatif ini dilakukan secara real-time melalui aplikasi Pena Kalteng di Palangka Raya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng, Reza Prabowo, menjelaskan bahwa aplikasi ini menjadi kunci utama. Aplikasi Pena Kalteng memungkinkan pemantauan pelaksanaan program secara langsung di setiap sekolah. Setiap hari, sekolah wajib melaporkan detail menu yang disajikan, waktu kedatangan makanan, hingga proses penyajian kepada anak-anak.

Sistem pengawasan digital ini sejalan dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN) guna menjamin kualitas gizi, ketepatan distribusi, serta keamanan pangan. Disdik Kalteng juga memiliki peran strategis sebagai Wakil Ketua II dalam Satuan Tugas MBG. Keterlibatan ini menunjukkan keseriusan Pemprov dalam mendukung program nasional tersebut.

Aplikasi Pena Kalteng menjadi tulang punggung pengawasan Program MBG di Kalimantan Tengah. Platform digital ini dirancang untuk mempermudah sekolah dalam melaporkan aktivitas harian terkait program. Laporan mencakup detail menu yang disajikan, waktu makanan tiba di sekolah, hingga proses penyajian kepada peserta didik.

Seluruh data yang diinput oleh pihak sekolah tercatat secara sistematis dan komprehensif. Hal ini memungkinkan pemantauan pelaksanaan program secara real-time oleh pihak berwenang di tingkat provinsi. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama dalam sistem pengawasan digital ini.

Reza Prabowo menegaskan bahwa mekanisme pengawasan digital ini merupakan langkah konkret dari Pemprov Kalteng. Tujuannya adalah memastikan setiap tahapan Program MBG memenuhi standar yang telah ditetapkan. Ini termasuk kualitas gizi dan keamanan pangan yang diterima oleh anak-anak sekolah.

Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terhadap Program MBG sangat kuat dan terlihat jelas di lapangan. Hal ini ditunjukkan dengan keterlibatan aktif Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam berbagai kunjungan Gubernur ke sekolah-sekolah penerima program. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan bersama untuk memastikan program ini berjalan lancar dan tepat sasaran, termasuk di wilayah dengan tantangan geografis.

Dukungan ini tidak hanya sebatas pengawasan internal. Rapat evaluasi rutin juga dilaksanakan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai mitra strategis. Evaluasi ini penting untuk memastikan tata kelola MBG berjalan sesuai regulasi dan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. BGN sendiri adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024, bertugas melaksanakan pemenuhan gizi nasional.

Disdik Kalteng, sebagai Wakil Ketua II Satuan Tugas MBG, berperan strategis dalam implementasi program. Mereka memastikan koordinasi dan pelaksanaan Program MBG berjalan efektif di lapangan. Pengawasan digital yang diterapkan juga sejalan dengan arahan BGN untuk menjamin kualitas gizi dan ketepatan distribusi makanan.

Respons peserta didik terhadap Program MBG sangat positif dan memberikan manfaat langsung. Selain membantu pemenuhan gizi harian yang krusial bagi tumbuh kembang mereka, program ini juga meringankan beban pengeluaran keluarga. Anak-anak menyampaikan bahwa pengeluaran jajan mereka bisa lebih hemat berkat adanya program ini.

Deputi BGN, Dadang Hendrayuda, sebelumnya menekankan dampak ekonomi yang luas dari Program MBG. Program ini memiliki multiplier effect atau dampak ganda yang signifikan bagi daerah. Ini mencakup pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), petani, peternak, sektor katering, hingga logistik.

Selain itu, Program MBG juga berpotensi membuka lapangan kerja baru dan memperkuat sistem pangan lokal di berbagai wilayah. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengatasi masalah gizi buruk dan stunting di Indonesia. Program ini bertujuan mendukung tumbuh kembang anak-anak, kesehatan ibu hamil dan menyusui, serta meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi