DPRD DKI Sampaikan Duka atas Pengemudi yang Meninggal di Tengah Banjir Jakarta

Yuke mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem yang sedang terjadi saat ini.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
DPRD DKI Sampaikan Duka atas Pengemudi yang Meninggal di Tengah Banjir Jakarta
Pengemudi meninggal dalam mobil saat terjebak macet di Grogol (Istimewa) (© 2026 Liputan6.com)

Ketua Komisi D serta Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengungkapkan rasa duka yang mendalam setelah insiden meninggalnya seorang pengemudi yang terjebak dalam kemacetan akibat banjir di Jalan Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat pada Kamis, 22 Januari 2026 siang.

Korban yang diketahui berasal dari Penjaringan, Jakarta Utara, saat itu mengemudikan mobil Daihatsu Sigra dengan nomor plat B 2148 BOK. Momen evakuasi korban pun menjadi viral di media sosial.

"Kami dari DPRD DKI Jakarta mengucapkan rasa duka yang mendalam atas kejadian tersebut," jelas Yuke dalam pernyataannya, Jumat (23/1/2026).

Yuke juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada di tengah kondisi cuaca yang ekstrem. Intensitas hujan yang tinggi di Jakarta menyebabkan banyak jalan dan permukiman terendam air. Ia berharap seluruh jajaran operasional perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, Dinas Lingkungan Hidup, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dapat melakukan mitigasi dengan cepat dan tepat di area-area rawan banjir dan longsor di Jakarta.

"Kami minta dinas terkait melakukan penanganan dan mitigasi yang cepat, termasuk antisipasi dalam beberapa hari ke depan di lokasi rawan banjir," tegas Yuke.

Mitigasi yang Cepat dan Tepat

Pengemudi Meninggal di Tengah Macet dan Banjir Jakarta, DPRD DKI Sampaikan Duka
Pengemudi meninggal dalam mobil saat terjebak macet di Grogol (Istimewa) © 2026 Liputan6.com

Menurut Yuke, tindakan mitigasi bencana yang cepat dan tepat dapat membantu mengurangi kerugian material serta korban jiwa ketika menghadapi cuaca ekstrem. Ia mendesak agar instansi terkait melakukan deteksi dini di wilayah yang rawan bencana.

"Beberapa laporan hari ini seperti di Srengseng Sawah dan lain-lain, banyak yang longsor ini juga harus segera dideteksi biar bisa diantisipasi dan tidak memakan korban," ucap dia.

Lebih lanjut, Yuke menekankan pentingnya Pemprov DKI Jakarta untuk lebih berhati-hati dalam memberikan izin pembangunan di daerah yang berisiko. Ia mengungkapkan bahwa kejadian banjir dan longsor saat cuaca ekstrem seharusnya menjadi sinyal untuk melakukan evaluasi bersama. Pembangunan di Jakarta perlu disesuaikan dengan Rencana Detail Tata Ruang yang telah ditetapkan.

"Agar cermat dalam memberikan ijin membangun di lokasi yg rawan longsor atau sepadan sungai yang ada di Jakarta termasuk di atas saluran air, agar bisa diantisipasi kejadian longsor," kata dia.

Rekomendasi