Wali Kota Pekalongan Tetapkan Darurat Bencana Banjir Imbas Tanggul Kali Bremi Jebol

Tanggap darurat bencana dilakukan untuk membuka akses penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Wali Kota Pekalongan Tetapkan Darurat Bencana Banjir Imbas Tanggul Kali Bremi Jebol
Wali Kota Pekalongan Tetapkan Darurat Bencana Banjir Imbas Tanggul Kali Bremi Jebol (Merdeka.com)

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid menyatakan telah menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul atas jebolnya tanggul dan melonjaknya jumlah pengungsi akibat banjir di sejumlah kecamatan dan kelurahan.

"Semalam saya sudah tetapkan Kota Pekalongan dalam status Tanggap Darurat," kata Afzan Arslan Djunaid, Minggu (18/1).

Dia menyebut tanggap darurat bencana dilakukan untuk membuka akses penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Adapun tanpa peningkatan status, ruang gerak anggaran menjadi sangat terbatas.

"Banyak warga yang langsung WA saya, datang ke Dinsos, ke BPBD, minta bantuan nasi bungkus dan logistik, dan kita kewalahan," ungkapnya.

Dengan status ini, Pemkot Pekalongan memiliki dasar hukum untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya, termasuk penggunaan anggaran tidak terduga.

Lebih jauh lagi, banjir yang meluas di Kota Pekalongan lantaran disebabkan tanggul Kali Bremi Kecamatan Tirto yang jebol. Jebolnya tanggul membuat sistem pompanisasi tidak bisa bekerja maksimal.

"Tanggul jebol juga di daerah Tirto, Kali Bremi, jadi belum memungkinkan pompa itu bekerja maksimal. Bahkan ada trafo rumah pompa yang tinggal sekitar 15 sampai 20 sentimeter lagi terendam, dan kami sudah koordinasi dengan PLN," ujarnya.

Kondisi ini membuat upaya pengendalian genangan air menjadi sangat terbatas. Data pengungsi terus berubah karena warga terdampak terus berdatangan ke titik-titik pengungsian.

"Yang tercatat sekarang hari minggu 18 Januari 2026 sekitar 2.000 orang, tapi ini masih terus bertambah," jelasnya.

Wilayah Kecamatan Pekalongan Barat menjadi salah satu kawasan dengan kepadatan pengungsi tertinggi. Masjid Al-Karomah sebagai salah satu lokasi pengungsian besar yang kini hampir mencapai kapasitas maksimal.

"Jadi Selain itu, kantor kelurahan, balai RW, hingga fasilitas umum lainnya juga telah difungsikan sebagai tempat penampungan sementara," ujarnya.

Sedangkan kebutuhan logistik warga terdampak menjadi tantangan serius. Pemkot Pekalongan saat ini memusatkan dapur umum di Kantor Dinas Sosial.

Dapur Umum Belum Jangkau Seluruh Pengungsi

Namun, kapasitas dapur umum masih belum mampu menjangkau seluruh pengungsi secara optimal.

"Jumlah pengungsi terus bertambah, sementara rata-rata kita siapkan 1.500 porsi per jam makan," jelasnya.

Modifikasi Cuaca

Afzan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sebagai langkah yang diupayakan dengan modifikasi cuaca untuk menurunkan intensitas hujan.

"Saya sudah koordinasi dengan provinsi untuk modifikasi cuaca, mudah-mudahan ini berhasil. Harapannya, curah hujan ekstrem tidak kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan," pungkasnya.

Rekomendasi