Dinsos Bantul Siapkan Bansos Sambung Pangan Bantul untuk 1.000 KPM di 2026

Dinas Sosial Bantul meluncurkan Program Bansos Sambung Pangan Bantul (Sapa Bantul) untuk 1.000 Keluarga Penerima Manfaat di 2026, berfokus pada pengentasan kemiskinan dengan bantuan sembako non-tunai.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dinsos Bantul Siapkan Bansos Sambung Pangan Bantul untuk 1.000 KPM di 2026
Dinas Sosial Bantul meluncurkan Program Bansos Sambung Pangan Bantul (Sapa Bantul) untuk 1.000 Keluarga Penerima Manfaat di 2026, berfokus pada pengentasan kemiskinan dengan bantuan sembako non-tunai. (AntaraNews)

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tahun anggaran 2026 kembali mengalokasikan bantuan sosial. Program yang diberi nama Sambung Pangan Bantul (Sapa Bantul) ini menyasar sebanyak 1.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Bantuan pangan ini merupakan salah satu inisiatif prioritas pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan di Bantul. Program ini dirancang untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat miskin terpenuhi secara langsung.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, penyaluran bantuan Sapa Bantul di 2026 akan difokuskan pada warga miskin yang belum menerima bantuan sejenis. Hal ini bertujuan agar bantuan lebih tepat sasaran dan merata.

Mekanisme Penyaluran dan Jenis Bantuan Sapa Bantul

Bantuan sosial Sambung Pangan Bantul disalurkan dalam bentuk bahan kebutuhan pokok atau sembako. KPM tidak menerima uang tunai, melainkan mendapatkan pasokan sembako langsung.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui warung tetangga yang telah bekerja sama dengan lembaga perbankan yang ditunjuk pemerintah. Mekanisme ini memastikan distribusi yang efisien dan tepat guna.

Jenis sembako yang diberikan cukup beragam, mencakup daging, buah, ikan, beras, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi dasar penerima manfaat.

Setiap KPM penerima program bansos pangan ini akan mendapatkan bantuan sembako senilai Rp200.000 per bulan. Alokasi ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga.

Perubahan Sasaran dan Anggaran Program

Jumlah KPM penerima bansos pangan pada tahun 2026 mengalami penyesuaian dibandingkan tahun 2025. Pada tahun 2025, bantuan diberikan kepada 1.153 KPM, sedangkan tahun ini menyasar 1.000 KPM.

Menurut Kasi Pengelolaan Bansos dan Penanganan Korban Bencana Dinsos Bantul, Jazim Ahmadi, penurunan ini disebabkan oleh perubahan fokus sasaran. “Kalau yang kemarin kita sasar kemiskinan ekstrem. Kalau kemiskinan ekstrem itu tidak memandang dia sudah menerima bansos atau belum,” ujarnya.

Jazim Ahmadi menambahkan, “Jadi, tahun ini diberikan salah satunya kepada orang miskin yang betul-betul belum menerima bantuan sejenis ini.” Penyesuaian ini bertujuan untuk menghindari tumpang tindih bantuan dan menjangkau KPM yang benar-benar membutuhkan.

Total anggaran yang dialokasikan untuk program Sapa Bantul pada tahun 2026 mencapai sekitar Rp1,2 miliar. Anggaran ini akan digunakan untuk menyalurkan bantuan selama enam bulan kepada 1.000 KPM.

Komitmen Dinsos Bantul dalam Pengentasan Kemiskinan

Program Sambung Pangan Bantul menegaskan komitmen Dinsos Bantul dalam mendukung upaya pemerintah daerah mengurangi angka kemiskinan. Inisiatif ini menjadi bagian integral dari strategi pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bantul.

Fokus pada penyaluran sembako secara langsung menunjukkan pendekatan yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan KPM.

Meskipun ada juga bantuan dari pemerintah pusat, Dinsos Bantul terus berupaya memperkuat program lokal. Ini untuk memastikan bahwa setiap warga miskin di Bantul mendapatkan dukungan yang layak.

Melalui program Sapa Bantul, Dinsos Bantul berharap dapat menciptakan jaring pengaman sosial yang lebih kuat. Ini akan membantu keluarga rentan agar dapat memenuhi kebutuhan pangan harian mereka.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi