Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, dengan sigap mengambil langkah strategis untuk menyiapkan lahan relokasi bagi Markas Polres (Mako Polres) Kepulauan Sitaro. Keputusan penting ini diambil setelah Mako Polres mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir bandang yang melanda Pulau Siau pada Senin, 5 Januari pekan lalu.
Bupati Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro, Chyntia I. Kalangit, secara tegas menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk menyediakan lokasi yang lebih baik dan aman bagi pembangunan fasilitas kepolisian ini. Kondisi bangunan Mako Polres yang ada saat ini dinilai sudah tidak layak lagi untuk digunakan sebagai pusat operasional dan pelayanan masyarakat.
Tujuan utama dari inisiatif relokasi Polres Sitaro ini adalah untuk memastikan bahwa seluruh fungsi pelayanan kepolisian kepada masyarakat di Kabupaten Sitaro dapat terus berjalan tanpa hambatan. Upaya ini merupakan bagian dari respons cepat pemerintah daerah dalam menghadapi dampak bencana alam.
Advertisement
Advertisement
Kesiapan Lahan dan Kondisi Mako Polres Pasca Banjir
Bupati Chyntia I. Kalangit mengumumkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sitaro telah mengidentifikasi beberapa titik strategis yang potensial untuk dijadikan lokasi relokasi Mako Polres. Pemerintah daerah siap sepenuhnya untuk memberikan lahan yang diperlukan demi kelancaran proses pembangunan markas baru tersebut.
Keputusan untuk merelokasi Mako Polres Sitaro ini didasari oleh hasil peninjauan langsung Kapolda Sulawesi Utara ke lokasi kejadian. Kapolda menyaksikan sendiri betapa parahnya kerusakan yang dialami Mako Polres, sehingga bangunan tersebut tidak memungkinkan lagi untuk aktivitas perkantoran dan pelayanan publik.
Kerusakan infrastruktur yang meluas akibat terjangan banjir bandang telah membuat Mako Polres tidak dapat berfungsi secara optimal. Oleh karena itu, langkah relokasi menjadi sangat krusial demi menjamin keberlanjutan operasional kepolisian dan keamanan masyarakat di wilayah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Apresiasi Pemkab Sitaro atas Respon Cepat Polri dalam Penanggulangan Bencana
Dalam kesempatan ini, Bupati Chyntia I. Kalangit menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Kapolda Sulawesi Utara, atas respon cepat dan tanggap dalam penanggulangan bencana banjir bandang di Pulau Siau. Kapolda telah dua kali berkunjung langsung ke lokasi bencana dan memberikan berbagai bantuan yang sangat berarti.
Bantuan yang diberikan oleh Polri, baik berupa personel maupun logistik, sangat membantu meringankan beban pemerintah daerah dan masyarakat yang terdampak bencana. Kehadiran dan dukungan Polri menunjukkan sinergi yang kuat antara berbagai pihak dalam menghadapi situasi darurat.
Lebih lanjut, Bupati juga memberikan penghargaan atas kerja keras personel Polri dan unit K9 yang berhasil melakukan pencarian korban hilang. Berkat bantuan anjing pelacak tersebut, tiga korban berhasil ditemukan, sebuah capaian yang sangat berharga di tengah keterbatasan upaya pencarian.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Pelayanan Polri di Tengah Keterbatasan Infrastruktur
Meskipun Mako Polres Kepulauan Sitaro terdampak parah oleh banjir bandang, Kapolres Kepulauan Sitaro AKBP Iwan Permadi menegaskan bahwa pelayanan Polri kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Pihaknya berkomitmen untuk terus berupaya maksimal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada warga.
Komitmen kuat ini menunjukkan dedikasi tinggi aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta memastikan pelayanan publik tidak terhenti. Mereka tetap mengutamakan kebutuhan masyarakat di tengah kondisi infrastruktur yang menantang.
Upaya menjaga pelayanan tetap optimal menjadi prioritas utama, sembari menunggu proses relokasi dan pembangunan Mako Polres yang baru selesai. Hal ini sangat penting untuk memastikan kehadiran negara dalam melayani dan melindungi warganya tidak pernah terhenti.
Advertisement
Sumber: AntaraNews