BPBD Buleleng Perkuat Relawan Bencana di Wilayah Rawan Seririt untuk Kesiapsiagaan Darurat

BPBD Buleleng terus perkuat pemahaman relawan bencana di Kecamatan Seririt, wilayah rawan, melalui pelatihan komprehensif guna meningkatkan kapasitas masyarakat sebagai garda terdepan penanganan darurat dan mewujudkan desa tangguh bencana.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD Buleleng Perkuat Relawan Bencana di Wilayah Rawan Seririt untuk Kesiapsiagaan Darurat
BPBD Buleleng terus perkuat pemahaman relawan bencana di Kecamatan Seririt, wilayah rawan, melalui pelatihan komprehensif guna meningkatkan kapasitas masyarakat sebagai garda terdepan penanganan darurat dan mewujudkan desa tangguh bencana. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Langkah konkret ini diwujudkan melalui serangkaian pelatihan intensif bagi relawan bencana alam di Kecamatan Seririt. Wilayah Seririt diidentifikasi sebagai salah satu daerah rawan bencana di Buleleng, sehingga peningkatan kapasitas masyarakat menjadi prioritas utama.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat sebagai garda terdepan dalam penanganan darurat. Inisiatif ini merupakan bagian penting dari upaya mitigasi risiko bencana di tingkat lokal. Dengan demikian, masyarakat diharapkan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai saat menghadapi situasi darurat.

Program Pelatihan Relawan dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB-API) ini merupakan bagian integral dari Program Ketangguhan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim (KANAL). Program KANAL diinisiasi oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI PBNU) bekerja sama dengan Pemerintah Australia, serta didukung penuh oleh BPBD Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, melibatkan relawan dari tujuh desa dan satu kelurahan di Kecamatan Seririt.

Pelatihan relawan kebencanaan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah investasi kemanusiaan jangka panjang bagi Kabupaten Buleleng. I Gede Suyasa menegaskan bahwa relawan harus dipersiapkan secara menyeluruh agar benar-benar siap saat bencana terjadi di wilayah mereka. Kesiapan ini mencakup pengetahuan, keterampilan, dan mentalitas yang kuat.

“Inti kegiatan ini agar relawan tahu, mau, dan mampu,” ucap Suyasa. Ia menekankan bahwa pengetahuan yang diperoleh harus diterapkan secara langsung, dibagikan kepada masyarakat luas, dan pada akhirnya relawan mampu menjadi garda depan saat terjadi bencana. Ini merupakan tugas kemanusiaan yang sangat mulia, mengingat peran vital mereka dalam menyelamatkan jiwa dan harta benda.

Manager Program KANAL NU, Iswar Abidin, menambahkan bahwa pelatihan relawan ini merupakan tindak lanjut dari kajian risiko bencana yang telah dilakukan sebelumnya. Hasil kajian tersebut secara jelas menunjukkan perlunya keterlibatan langsung masyarakat dalam penanganan bencana, terutama pada fase awal sebelum bantuan eksternal tiba. Keterlibatan aktif ini sangat krusial untuk meminimalkan dampak bencana.

“Ada waktu emas saat bencana terjadi. Masyarakat tidak bisa hanya menunggu bantuan dari luar, tetapi harus mampu menyelamatkan diri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya. Karena itu, pelatihan relawan menjadi sangat urgen,” kata Iswar. Pelatihan ini membekali relawan dengan kemampuan untuk bertindak cepat dan efektif di masa-masa kritis tersebut.

Program KANAL dirancang secara berjenjang dan berkelanjutan, memastikan dampak positif yang konsisten di masyarakat. Tahapan program ini meliputi kajian risiko, penyusunan rencana penanggulangan bencana desa, pelatihan relawan, hingga simulasi evakuasi mandiri. Pendekatan komprehensif ini bertujuan menciptakan sistem kesiapsiagaan yang terintegrasi dari tingkat desa.

Antusiasme peserta pelatihan dinilai sangat tinggi, menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan bencana. Bahkan, beberapa desa secara mandiri telah mengalokasikan Dana Desa mereka untuk mendukung kegiatan tersebut. Ini menunjukkan komitmen kuat dari pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun ketahanan terhadap bencana.

I Gede Suyasa berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan diperluas ke desa-desa lain di seluruh Buleleng. Hampir seluruh wilayah Buleleng memiliki potensi kebencanaan yang perlu diantisipasi sejak dini melalui peningkatan kapasitas masyarakat. Dengan demikian, upaya mitigasi dapat mencakup area yang lebih luas dan melibatkan lebih banyak pihak.

Pelatihan ini juga diharapkan dapat melahirkan kader-kader kebencanaan desa yang kompeten dan mampu menularkan pengetahuan kepada masyarakat luas. Dengan keterlibatan aktif pemerintah desa, relawan, kelompok perempuan, dan kelompok disabilitas, program ini menjadi langkah konkret menuju desa-desa yang lebih tangguh, mandiri, dan siap menghadapi risiko bencana pada masa depan. Ini adalah wujud nyata dari upaya BPBD Buleleng Perkuat Relawan Bencana.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi