Banjir OKU Timur Sumsel Meluas ke Empat Kecamatan, Ribuan Rumah Terendam

Bencana Banjir OKU Timur, Sumatera Selatan, kini meluas hingga merendam ribuan rumah warga di empat kecamatan, mengganggu aktivitas dan menimbulkan kerugian.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjir OKU Timur Sumsel Meluas ke Empat Kecamatan, Ribuan Rumah Terendam
Bencana Banjir OKU Timur, Sumatera Selatan, kini meluas hingga merendam ribuan rumah warga di empat kecamatan, mengganggu aktivitas dan menimbulkan kerugian. (AntaraNews)

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, kini semakin meluas, mencakup empat kecamatan berbeda. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan luapan air sungai yang signifikan.

Akibatnya, ribuan rumah penduduk di daerah terdampak terendam air, mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat setempat. Data terbaru menunjukkan bahwa total 1.359 rumah warga telah terkena dampak langsung dari bencana alam ini.

Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, ketinggian air yang bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1,5 meter telah menimbulkan kerugian material dan mengancam keselamatan warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah bergerak cepat untuk melakukan penanganan darurat.

Meluasnya Dampak Banjir di OKU Timur

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyatakan bahwa berdasarkan hasil pendataan, tercatat sebanyak 1.359 rumah warga OKU Timur terendam banjir. Perluasan area terdampak mencakup Kecamatan Belitang II, Belitang III, Semendawai Suku III, dan Belitang Mulya.

Di Kecamatan Belitang II, sebanyak 871 rumah warga yang tersebar di delapan desa dilaporkan terendam banjir. Sementara itu, di Kecamatan Belitang III, 101 rumah di enam desa juga mengalami nasib serupa.

Dampak banjir juga terasa di Kecamatan Semendawai Suku III, dengan 261 rumah warga di empat desa terendam. Selain itu, 126 rumah di lima desa Kecamatan Belitang Mulya turut terdampak, menjadikan total 23 desa di empat kecamatan tersebut dilanda bencana alam ini.

Ketinggian air yang bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga 1,5 meter, telah mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan. Banyak warga terpaksa mengungsi atau bertahan di lantai atas rumah mereka.

Penyebab dan Upaya Penanganan Banjir

Banjir yang melanda OKU Timur ini disebabkan oleh intensitas hujan deras yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Curah hujan ekstrem tersebut memicu luapan air dari sungai-sungai di wilayah setempat, yang kemudian merendam pemukiman warga.

Meskipun bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material yang ditanggung masyarakat cukup besar. Aktivitas ekonomi dan sosial warga terhambat, serta infrastruktur dasar seperti jalan dan fasilitas umum juga ikut terganggu.

Menyikapi kondisi darurat ini, BPBD Sumsel dan BPBD OKU Timur telah menerjunkan personel ke lokasi bencana. Tim gabungan ini bertugas melakukan kaji cepat lintas sektor untuk menilai kerusakan dan kebutuhan mendesak.

Sudirman menambahkan bahwa kondisi banjir saat ini sudah berangsur surut di beberapa wilayah, namun ada juga sebagian area yang masih tergenang. Oleh karena itu, personel BPBD tetap disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi potensi bencana susulan dan memberikan bantuan yang diperlukan kepada masyarakat terdampak.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi